Enam Cara Sehat Menyelesaikan Masalah dengan Pelakor

Tim Editor

Ilustrasi perempuan menangis

ERA.id - Tidak mesti emosi bahkan sampai melukai seorang perebut lelaki orang dengan sadis. Pikirkan dulu dengan jernih, apa masalahnya. Siapa yang patut disalahkan. Mungkin begitu cara yang paling sederhana untuk menghadapi pelakor tanpa kelemahan. Selebihnya, ada enam cara untuk menghadapinya. Apa saja?

1. Tetap kontrol emosi

Tahan emosi saat mengetahui suami Anda berselingkuh. Jangan langsung melabrak wanita yang diduga merebut suami Anda. Kumpulkan dulu bukti-bukti lebih banyak dulu sebelum bertindak. Karena bisa saja mereka tidak seperti apa yang Anda kira.

2. Komunikasikan dengan suami

Sebagai pasangan suami-istri, baik dan buruknya pasangan harus tetap dikomunikasikan dengan pikiran tenang. Termasuk ketika Anda menduga ada wanita lain dalam kehidupan suami Anda.

3. Temui pelakor dengan tenang

Temui orang yang membuat Anda cemburu. Bicarakan masalah Anda. Sebaiknya temui ia dengan ditemani suami. Sehingga ketika ada dia mengatakan ‘A’ bisa langsung dikonfirmasi ke suami Anda, atau sebaliknya.

Sebab bisa jadi si perempuan yang Anda cemburui tak mengetahui status suami masih beristrikan Anda. Bisa juga suami Anda yang berbohong bahwa dia kini tengah melajang.

Bisa juga si pelakor yang nekat terus mendekati suami Anda meski tahu sudah beristri. Bahkan bisa juga suami Anda yang nekat mendekati dirinya. Ada banyak kemungkinan.

4. Jangan pernah terlihat takut

Tunjukkan diri Anda sebagai wanita yang kuat dan teguh. Baik di mata suami maupun si pelakor. Ketika Anda menunjukkan sebagai sosok yang lemah, maka si pelakor pasti akan terus menekan dan bahkan semakin nekat.

5. Tidak mengumbar status di media sosial

Untuk kasus perselingkuhan suami, lebih baik Anda menyimpannya erat-erat. Jangan diumbar di sosial media. Alasannya, bisa menjadi bumerang kepada diri Anda, karena sangat mungkin terjadi ada pihak yang mendukung suami Anda. Mereka akan menilai perselingkuhan suami bukan semata kesalahannya saja. Tapi ada andil Anda sebagai istrinya.

6. Diskusikan dengan keluarga

Dua keluarga besar harus diajak bicara. Tak hanya keluarga Anda, tapi juga keluarga suami. Hal ini bertujuan untuk menghindari omongan buruk di belakang, kalau misalkan Anda dan suami akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Tag: pelakor

Bagikan :