Cara Membangun Personal Branding, Konten Kreator Pemula Harus Tahu!

| 30 May 2026 13:41
Cara Membangun Personal Branding, Konten Kreator Pemula Harus Tahu!
Meisya Sallwa (kiri) dan Rifa Yusya.

ERA.id - Program Studi D4 Produksi Media Institut Media Digital Emtek (IMDE) sukses menggelar kuliah praktisi bertajuk “Content Creator 101: Social Media Strategies to Build Your Personal Brand as a Portfolio” pada Jumat kemarin.

Bertempat di Auditorium Kampus IMDE, acara ini bersifat wajib dan eksklusif bagi mahasiswa kelas mata kuliah Social Media Strategy yang diampu oleh Rifa Yusya Adilah, M.I.Kom. 

Guna memberi perspektif riil industri kepada anak didiknya, Rifa mengundang Meisya Sallwa yang merupakan rekan sekelasnya saat menempuh studi S2 Magister Ilmu Komunikasi. Langkah ini didukung penuh oleh pihak kampus IMDE.

Sinergi dua profil muda industri kreatif

Sallwa dikenal luas sebagai influencer life style, sekaligus penulis 3 buku self-development. Karyanya telah go international dan menjadi salah satu best-seller di Indonesia serta Malaysia.

Sementara sang inisiator, Rifa Yusya, merupakan alumni IMDE lulusan tahun 2019 yang kini kembali mengabdi sebagai dosen. Di luar dunia akademik, Rifa telah 7 tahun berkarier di industri media profesional dan aktif di depan layar maupun belakang layar.

Membalik paradigma: Branding is not flexing

Dalam pemaparannya, Meisya menekankan bahwa branding is not flexing selama apa yang ditampilkan di media sosial memang nyata adanya. 

Sallwa juga memberikan tips untuk konten kreator pemula agar tidak sekadar terjebak mencari keviralan sementara, namun bisa sustain atau bertahan dalam jangka waktu lama.

"Jangan mulai dari pertanyaan 'Aku mau bikin konten apa?', tetapi mulailah dari 'Aku mau dikenal sebagai siapa?'. Tentukan positioning kalian terlebih dahulu," ujar Meisya.

Ia membedah formula membangun kehadiran digital yang kuat, mulai dari identitas, konten, kepercayaan (trust), personal branding, hingga melahirkan nilai (value). 

Menurut Sallwa, individu harus mengombinasikan kemampuan public speaking, otentisitas, dan reputasi agar konten tidak terasa generik. "Di sinilah pentingnya menyusun strategi agar kita bisa post with direction," tambahnya.

Pentingnya rekam jejak

Senada dengan hal tersebut, dosen IMDE Rifa Yusya memaparkan urgensi penguasaan lanskap digital bagi para calon praktisi media.

"Di era konvergensi, media sosial bukan lagi sekadar ruang privat, melainkan sebuah lembar portofolio hidup. Industri kreatif hari ini melihat bagaimana mahasiswa mampu mengemas keahlian mereka ke dalam bentuk digital persona yang profesional. Kita ingin mahasiswa lulus sudah memiliki personal brand yang matang," tegas Rifa.

Interaktif

Hubungan komunikasi yang cair antarsesama Gen Z membuat suasana di Auditorium IMDE berlangsung sangat hidup. Mahasiswa secara aktif berdiskusi mengenai strategi media sosial dalam menghadapi era algoritma, konsistensi produksi konten, hingga strategi menghadapi komentar negatif demi menjaga reputasi diri atau brand

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada Meisya Sallwa yang diberikan langsung oleh Ketua Program Studi D4 Produksi Media IMDE, Teguh Setyawan, M.I.Kom., sebagai bentuk apresiasi resmi institusi kampus.

Sesi ini turut dihadiri oleh jajaran dosen dari prodi terkait yang ikut mendukung inisiatif ini, di antaranya Rektor IMDE Totok A Soefijanto,Ed.D, Ketua Program Studi Konten Kreatif Erwin Mulyadi, S.Si., M.I.Kom dan dosen IMDE Frisca Artinus.

Rekomendasi