Sulitnya Cari Kerja di Jepang

Tim Editor
Jakarta, era.id - Mahasiswa Jepang tingkat akhir akan merayakan kelulusan mereka bulan ini. Setelahnya, mereka bisa meneruskan pendidikan atau bekerja di sebuah perusahaan.

Shuukatsu atau istilah yang disebut aktivitas berburu pekerjaan adalah jadwal perekrutan di perusahaan besar yang ditetapkan di awal setiap tahun. Di tahun-tahun terakhir para mahasiswa mengajukan permohonan lowongan pekerjaan yang diumumkan perusahaan dan mengikuti berbagai proses seleksi untuk memenangkan naitei atau janji kerja setelah lulus sarjana.

Proses yang melelahkan melibatkan ratusan setumeikai (seminar perusahaan), ujian, tes online, kunjungan studi ke perusahaan, aplikasi pekerjaan, magang dan wawancara massal.

Proses ini memiliki dampak negatif. Sebagian dari mereka yang gagal melamar, mulai melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa. Yang mengerikan, mahasiswa yang sering gagal melamar akan merasakan depresi dan berakhir bunuh diri. 

Dari berbagai sumber, ada 18.048 orang di bawah usia 18 tahun melakukan bunuh diri antara tahun 1972 dan 2013. Terkait angka tersebut ada sebuah fakta, kalangan usia 18 tahun merupakan pelajar dan mereka memilih tanggal 1 September sebagai tanggal bunuh diri. Soalnya itulah awal dimulainya masa belajar setelah liburan musim panas berakhir.

Baca Juga : Lulus SMK Sulit Dapat Kerjaan, Ini Alasannya

Bagikan: