Koruptor Muka Tembok

Tim Editor
Jakarta, era.id - Bupati Purbalingga, Tasdi, benar-benar mempertontonkan sikap tidak tahu malu, saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh pemyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tasdi tidak menunjukkan penyesalannya, dan malah mengacungkan salam metal saat tiba di Gedung KPK, Selasa (5/6) pagi. 
 
Awalnya, Bupati yang diduga menerima uang Rp100 juta dari pemenang proyek pembangunanan Purbalingga Islamic Center ini mengenakan kemeja ungu dan celana cokelat serta menutup wajahnya menggunakan masker. Namun setelah berjalan menuju lobi gedung KPK, wartawan memintanya membuka masker.
 
Tasdi menjawab permintaan tersebut. Setelah membuka masker, dia mengangkat tangannya dan jarinya membentuk salam metal. Sebelum Tasdi, masih ada koruptor yang memperlihatkan tidak menyesal melakukan korupsi.
 
Beberapa bulan lalu, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto telah membuat riuh masyarakat Indonesia dengan ulahnya. Terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik itu beberapa kali sempat memancing reaksi netizen.
 
Mulai dari dirinya tak kunjung hadir saat dipanggil KPK, tragedi tabrakan saat hendak dijemput paksa karena beberapa kali mangkir dari panggilan KPK, hingga sikapnya yang terlihat biasa saja saat eksepsinya ditolak pengadilan pada Januari lalu.
 
Dengan mengenakan kemeja putih rompi oranye khas KPK, Novanto melambaikan tangan dan tersenyum kepada awak media.
 
Selain itu, kisah lain yang memperlihatkan krisis moral pejabat negara ini adalah mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. 
 
Meski sudah resmi ditahan dan menyandang status tersangka dugaan kasus gratifikasi, Bupati Kutai Kartanegara(Kukar) Rita Widyasari tetap tegar. 
 
Dia tetap menyangkal dan meyakini tuduhan yang dialamatkan kepadanya adalah buah dari manuver lawan politiknya yang mencoba menghentikan laju Rita ke panggung Pilkada Kalimantan Timur tahun 2018.

Tag: korupsi kepala daerah ott kpk korupsi bakamla

Bagikan: