Mengapa Gus Ipul Kalah di Jatim?

| 28 Jun 2018 07:29
Mengapa Gus Ipul Kalah di Jatim?
Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno (era.id)
Jakarta, era.id - Perolehan suara calon gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno, kalah dari perolehan suara Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei. Kekalahan Gus Ipul ini jadi bukti petahana tidak selalu lebih kuat dalam persaingan pemilu kepala daerah.

Direktur LSI Network, Adjie Alfarraby, menyampaikan, kekuatan Gus Ipul sebagai petahana tidak menonjol karena posisinya adalah petahana Wakil Gubernur Jatim. Lebih jauhnya lagi, kekuatan Gus Ipul makin berkurang karena Gubernur Jatim Soekarwo mendukung pasangan Khofifah-Emil.

Image petahana tidak terlalu kuat ke Gus Ipul karena beliau adalah Wakil Gubernur. Memang image petahana di banyak daerah melekat pada gubernur. Jadi wakil biasanya hanya mendapat limpahan,” ucap Direktur LSI Network, Adjie Alfarraby, di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (27/6/2018).

Selain itu, Adjie menyebut, ada kecenderungan publik yang menilai Emil Dardak lebih berpengalaman dibanding Puti Soekarno. Emil berpengalaman menjadi Bupati Trenggalek, sedangkan Puti belum punya pengalaman di bidang pemerintahan.

“Sehingga image-nya biarpun masih muda, Emil sudah punya pengalaman memimpin. Sementara Puti anggota DPR RI namun persepsi pengalaman pemerintahan belum ada,” ujarnya.

Adjie melanjutkan, pasangan Khofifah-Emil Dardak juga dianggap mampu mengambil basis suara kelompok nasionalis yang seharusnya menjadi basis Gus Ipul-Puti. Selain itu, sosok Emil dinilai lebih mampu memikat pemilih muda.

“Pemilih pemula cenderung lebih banyak memilih pasangan Khofifah-Emil. Karena, pesona Emil lebih kuat dibandingkan wakil Gus Ipul,” ucap Adjie.

Baca Juga: Kampanye di Medsos Tak Efektif Dulang Suara

Berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak memenangi Pilkada Jawa Timur 2018.

Pasangan yang didukung Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, Partai Nasdem, dan Partai Hanura ini menang dengan meraup 54,29 persen suara. Adapun pasangan Gus Ipul-Puti yang didukung PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Partai Gerindra meraih suara 45,71 persen.

Rekomendasi