Miris! Masih Ada Isu SARA di Pilkada Sumut

Tim Editor

    Sekjen PPP Arsul Sani. (Mery/era.id)

    Jakarta, era.id - Hasil quick count atau hitung cepat yang diselenggarakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) menang dalam Pilkada Sumut mengalahkan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss).

    Dari hasil hitung cepat ini, Eramas yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, PAN, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan Partai Perindo memperoleh suara mencapai 57,12 persen. Sedangkan, Djoss yang didukung oleh PDI Perjuangan, PPP, dan PKPI mendapatkan suara 44,94 persen. 

    Baca Juga : LSI Denny JA: Eramas Kalahkan Djoss di Sumut

    Banyak faktor yang membuat Djoss kalah. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, salah satu faktornya adalah masih adanya isu SARA yang beredar saat proses Pilkada ini berjalan.

    "Memang agak unik ya Pilgub Sumut, karena ini satu-satunya Pilgub yang kita lihat dari 17 di mana isu SARA itu masih dipergunakan. Jadi ini tentu harus jadi perhatian kita semua, termasuk katakanlah pak Edy Rahmayadi dan pak Ijeck agar keadaan ini diubah," ujarnya, di Gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

    Menurut Arsul, ini menjadi tugas bersama untuk memerangi isu SARA sehingga ini tidak terulang lagi dalam kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia. 

    Selain itu, katanya, jika dilihat dari komposisi partai pendukung Djarot-Sihar hanya diusung oleh dua partai politik, perolehan suara Djoss saat ini adalah sebuah prestasi.

    "Saya kira begini. Kalau dari sisi jumlah partai saja Djoss itu hanya PDIP dan PPP. Sementara Eramas itu dari banyak partai, tentu secara teoritisnya mesin partai itu (berjalan), meskipun itu dalam kenyataannya bukan faktor penentu utama," katanya.

    "Faktor penentu itu lebih pada figur. Itu ketika semakin banyak partai yang mengusung itu struktur partai yang bekerja itu semakin banyak. Kalau kami sih melihat wajar dari situ," tambang Anggota Komisi III DPR ini.

    Baca Juga : Djarot-Sihar Kalah di Sumut karena Politik Identitas

    Di sisi lain, Arsul menambahkan, sentimen partai tertentu juga ternyata bisa digunakan sebagai serangan politik. Ini pula yang membuat suara Djoss kalah dari Eramas.

    "Tidak bisa dipungkiri tapi tentu banyak faktor termasuk itu tadi. Faktor isu SARA dan kemudian faktor sentimen terhadap Parpol yang mengusung," kata dia.

    Tag: pilkada sumut ppp pilkada 2018

    Bagikan :