Kayaknya, Cawapres Jokowi adalah Tokoh yang Tak Terprediksi

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Enam ketua umum partai politik dan Joko Widodo --sebagai calon presiden Pemilu 2019-- telah bertemu. Mereka bertemu selama empat jam untuk membahas banyak hal, termasuk nama cawapres, di Istana Bogor, Senin (24/7) malam.

Yang hadir saat itu adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto,  Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, tentu juga Jokowi sebagai tuan rumah.

Sebelum diskusi serius, mereka menggelar acara makan malam. Menu kali ini adalah gurame goreng kipas, toge ikan asin, hingga minuman bandrek susu kelapa. Itu diketahui dari kicauan Jokowi pada akun Twitternya, @jokowi.

Poin penting dari pertemuan ini adalah pembahasan nama cawapres. Ada 10 nama calon wakil presiden (cawapres) yang sempat dibicarakan di meja mereka kala itu. Dari sepuluh nama itu, mengerucut jadi satu, dan sekarang sudah dikantongi Jokowi. 

Enam ketua umum tadi menutup rapat mulut mereka buat menyebut nama yang dimaksud. Mereka bersembunyi di balik komitmen untuk tidak membocorkan rahasia ini. Sebab, nama itu akan diucapkan oleh mulut Jokowi langsung. Tapi entah kapan itu terjadi.

Sekarang mari kita menghitung-hitung siapa yang pantas jadi cawapres Jokowi. Kami memang tidak tahu pasti, karena sulit mencari tahu informasi tersebut karena faktor-faktor tadi. Apalagi, kalau kalian pikir-pikir, Jokowi itu orangnya unik, suka sulit ditebak ketika mengambil sebuah kebijakan.    

Begini, kalian ingat ketika Jokowi memilih Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, nama baru yang jauh dari sorotan media kala itu?

Atau, gimana saat dia menunjuk Tito Karnavian menjadi Kapolri di tengah hiruk pikuk internal di korps bhayangkara itu? 

Atau, penunjukkan Budi Waseso jadi Dirut Bulog, yang tadinya dia ngurusin narkoba --Kepala BNN-- terus ngurusin beras? 

Itu baru sebagian contoh lho. Sesungguhnya, sikap Jokowi yang sulit ditebak itu sering terjadi dan banyak. Tapi, siapa tahu juga kalau Jokowi memang punya sifat yang suka ngagetin gitu?

Nah, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komaruddin ternyata juga membaca demikian. Sifat Jokowi yang seperti itu, bisa saja terjadi saat mengumumkan nama cawapres. Ya, nama yang tidak terprediksi itu akan muncul dari mulut Jokowi sebagai cawapres. 

"Di politik apapun bisa terjadi," kata Ujang dihubungi era.id, Selasa (24/7/2018).


(Infografis/era.id)

Bukan tidak mungkin, nama yang jadi cawapres Jokowi, jauh dari ingar bingar bursa cawapres yang belakangan muncul. 

Bisa jadi, nama seperti Jusuf Kalla, Muhaimin Iskandar, Romahurmuziy, Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Ma'ruf Amin, Moeldoko, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, atau nama beken lainnya, tidak dipilih Jokowi. Siapa yang tahu sekarang? Toh, kita cuma bisa menebak sebelum benar-benar disebut oleh Jokowi.

Tapi tenang, penasaran kalian enggak akan lama. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang bilang, pekan depan adalah waktu yang tepat untuk Jokowi mengumumkan cawapresnya. Oesman berharap pengumuman ini mendekati waktu pendaftaran capres-cawapres di KPU yang dijadwal dibuka pada 4 hingga 10 Agustus. Jadi, sabar dan tunggu aja ya.

"Insya Allah mudah-mudahan minggu depan (diumumkan)," kata Oesman.

Tag: jokowi pemilu 2019

Bagikan: