Andi Arief Mangkir Lagi di Pemanggilan Ketiga Bawaslu

Tim Editor

Politikus Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: @AndiArief__)

Jakarta, era.id - Politisi Partai Demokrat Andi Arief kembali tidak menghadiri pemanggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sebagai saksi pada laporan dugaan mahar politik Sandiaga Uno terhadap PAN dan PKS yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB hari ini. Panggilan ini merupakan kesekian kalinya dia diperiksa Bawaslu.

"Hari ini mestinya Andi Arief kami undang untuk berikan klarifikasi, namun tadi ada informasi bahwa yang bersangkutan berhalangan hadir," kata Ketua Bawaslu Abhan di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2018).

Kata dia, alasan Andi Arief berhalangan hadir adalah saat ini Andi sedang berada di Lampung untuk mengurusi anggota keluarganya yang sedang sakit. Namun, Andi mengonfirmasi bahwa ia akan datang pada Senin (27/8) mendatang.

Abhan melanjutkan, Bawaslu menghormati alasan Andi tidak penuhi panggilan Bawaslu untuk ketiga kalinya. Abhan berharap, Andi akan menepati janjinya untuk diperiksa pada Senin dan tidak menunda lagi.

"Kami juga tidak punya kewenangan untuk memanggil paksa karena ini bukan proses penyidikan pro Yustisia, tapi ini proses untuk pengembangan bukti-bukti yang lebih lanjut. Harapan kami bisa hadir dan memberikan keterangan sejelas-jelasnya dan sebenar-benarnya," ucap Abhan.

Sebelumnya, pemanggilan pertama Bawaslu kepada Andi dilayangkan pada hari Senin (20/8) lalu. Saat itu, Andi tidak hadir dengan alasan menghadiri pernikahan salah satu pengurus Partai Demokrat di Bali. Bawaslu kemudian menjadwalkan pemanggilan kedua pada hari Selasa, namun Andi masih tidak penuhi panggilan Bawaslu.

Kemudian, pemanggilan ketiga dijadwalkan pada Kamis (23/8), lalu Andi mengonfirmasi masih tidak dapat menghadiri dan meminta untuk dijadwalkan ulang.

Untuk kamu ketahui, pada Rabu (8/8) lalu, Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan kekesalannya terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Lewat akun Twitternya, @AndiArief_, dia menyebut Prabowo sebagai 'Jenderal Kardus'. Alasannya, Prabowo dengan mudahnya mengubah pilihan karena masalah pembiayaan Pemilu Presiden 2019. 

Informasi yang dipunya Andi, Prabowo sudah memilih cawapresnya, yaitu Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Untuk menjadi cawapres, Sandiaga pun dikabarkan membayar dua partai yang menjadi koalisi Prabowo, yaitu PKS dan PAN. Proses transaksional ini yang membuat Andi geram kepada Prabowo.

Unggahan kicauan Andi pun dilaporkan oleh Federasi Indonesia Bersatu ke Bawaslu pada Selasa (14/8) untuk diproses lebih lanjut.

Tag: jenderal kardus prabowo bawaslu

Bagikan: