Dear Jagoan Bermotor di Bandung, Carilah Lawan yang Sepadan!

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Seorang pengemudi mobil Avanza jadi sasaran kekerasan seorang jagoan berompi kulit khas anak-anak motor. Video yang viral sejak tadi malam ini menampilkan peristiwa ketika sang pengemudi mobil terlihat enggak berdaya di bawah intimidasi jagoan-jagoan berompi kulit yang mengelilinginya. Bahkan, ya itu tadi, seorang dari jagoan-jagoan itu memukuli dan melancarkan beberapa tendangan ke arah si pengemudi mobil.

Menurut keterangan yang kami himpun dari berbagai sumber, peristiwa penganiayaan bermula ketika si pengemudi mobil salah berbelok di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat. Berhubung Jalan Merdeka adalah jalan satu arah, si pengemudi mobil kemudian terlibat kecelakaan, menabrak seorang pengendara motor gede (moge). Nah, dari situlah pemandangan menjijikkan ini bermula.

Kasatlantas Porlestabes Bandung, AKBP Agung Reza Pratidina menjelaskan kepada Detikcom, peristiwa terjadi pada Sabtu (15/9) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, pengendara Avanza bernomor polisi B 1952 KVK melaju dari arah Jalan Braga menuju Jalan Lembong. Namun, bukannya lurus ke Jalan Lembong, si pengemudi malah belok kiri ke Jalan Merdeka. "Waktu bersamaan ada pengendara moge dari arah Merdeka. Sehingga tabrakan tidak terhindarkan. Kondisi jalan sepi saat itu," kata Agung sebagaimana ditulis Detikcom.

Ah, entahlah apa alasannya. Aksi sok jago dan penganiayaan macam begitu tentu enggak bisa dibenarkan. Memang, barangkali si pengemudi mobil salah: salah belok. Tapi, apa iya sampai harus dipukuli sampai sebegitunya?! Lagipula, si pengemudi itu ternyata adalah orang Jakarta. Dia pun sudah bilang enggak tahu dengan ketentuan forbidden di Jalan Merdeka.

Saat ini, Polrestabes Bandung tengah melakukan penyelidikan terhadap peristiwa kecelakaan. Mobil sang pengemudi Avanza pun kini telah ditahan. Lalu, bagaimana dengan pemukulannya? Kata Agung, kasus pemukulan yang dilakukan jagoan-jagoan bermotor itu adalah perkara lain yang menyangkut tindak pidana. Tapi, pihaknya baru akan mengusut perkara tersebut jika ada laporan.

"Untuk soal pemukulannya, kita tangani soal kejadian kecelakaannya. Kalau pemukulannya tindak pidana, kalau korban pemukulan melakukan laporan, pasti akan diproses. Sejauh ini laporannya hanya yang kita proses soal laka lantasnya aja," kata Agung ditulis Okezone.


Lawan sepadan

Seperti yang sudah kami sebut dari awal, kekerasan semacam ini sangat enggak bisa ditolerir, apapun alasannya. Sikap-sikap arogan macam begini kan yang bikin citra anak-anak motor jadi buruk. Lagipula, kalau abang-abang bermotor itu memang jagoan, barangkali mereka seharusnya bisa cari lawan yang sepadan. Jadi anak motor betulan gitu, lho.

Iya, anak motor yang betulan. Yang doyan bikin acara amal dan membantu sesama kalau mereka memang mau digolongkan sebagai anak motor yang baik, atau jadi yang tukang berantem sekalian kalau memang mau jadi anak motor yang brengsek. Syaratnya, tentu saja cari lawan yang sepadan. Jangan seperti jagoan bermotor di Bandung ini, yang beraninya menganiaya satu orang yang sudah terintimidasi.

Kalau mau menengok kiblat geng motor brengsek, coba tengok Hells Angels, geng motor paling tua dan salah satu yang paling bengis di dunia. Berdiri di tanggal 17 Maret 1948, Hells Angels didirikan oleh para imigran Amerika Serikat di wilayah Fontana, California. Beberapa tahun setelah didirikan, nama Hells Angels langsung mendunia. Kelompok-kelompok kecil Hells Angels pun mulai didirikan di berbagai negara dunia, dari Eropa sampai Afrika.

Tercatat, nama Hells Angels saat ini telah berdiri di Argentina, Brasil, Australia, Austria, Belgia, Jerman, Prancis, Yunani, Turki, Rusia, Spanyol, hingga Islandia dan berbagai negara lain. Menariknya, setiap Hells Angels di dunia enggak terintegrasi dalam satu kesatuan alias berdiri masing-masing. Meski begitu, nilai-nilai pemberontakan tetap terjalin sebagai benang merah yang menyatukan mereka.

Menurut catatan berbagai sumber, Hells Angels telah terlibat dalam ratusan kejahatan di dunia. Salah satu yang terparah adalah peristiwa pada Desember 1969. Saat itu, anggota Hells Angels terlibat dalam kerusuhan besar dalam Free Concert, salah satu konser terbesar dunia yang diselenggarakan di Altamont Speedway. Saat itu, anggota Hells Angels yang didapuk sebagai bodyguard enggak resmi dari grup band The Rolling Stones terlibat keributan kecil yang kemudian memicu kekacauan paling besar kala itu. Saking besarnya, FBI sampai turun tangan menangani kasus tersebut.

Selain itu, Hells Angels juga pernah terlibat dalam perang antar geng di harrah's Casino and Hotel, Laughlin, Nevada. Saat itu, kelompok Hells Angels terlibat kerusuhan berdarah dengan anggota geng Mongol MC. Dalam insiden itu, dua anggota Hells Angels tewas. Selain itu, masih banyak lagi kerusuhan dan kejahatan yang dilakukan Hells Angels, mulai dari pencurian, pemerasan, pencucian uang, hingga distribusi narkoba. Namun, sejak satu dekade belakangan, Hells Angels tengah berusaha keras untuk membersihkan nama mereka, memperbaiki citra buruk yang selama ini disematkan pada mereka.

Lalu, jika geng motor paling bengis di dunia saja sudah mulai menjauhi kekerasan, bagaimana dengan kabar geng-geng motor kacrut yang masih doyan melakukan kekerasan? Apa enggak ketinggalan zaman?!

Tag: viral anak nonton porno

Bagikan: