Kwik Kian Gie: Saya Tak Dukung Kubu Manapun

| 21 Sep 2018 19:30
Kwik Kian Gie: Saya Tak Dukung Kubu Manapun
Pakar ekonomi Kwik Kian Gie (Wardhany/era.id)
Jakarta, era.id - Pakar ekonomi Kwik Kian Gie memilih untuk tak mendukung kubu pasangan calon manapun baik itu Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kendati demikian ia terbuka bagi siapa saja yang meminta masukannya soal masalah ekonomi yang tengah terjadi.

"Saya tidak mendukung ke sana saya tidak mendukung kesini, saya mendukung pikiran-pikiran saya sendiri," kata Kwik kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

"Dua-duanya tidak sebetulnya tidak sesuai keyakinan saya," imbuhnya.

Ia mencontohkan, angka Produk Domestik Bruto (PDB) selama era kepempinan Jokowi, tidak sesuai dengan pendapatnya mengenai ekonomi selama 4 tahun terakhir. Hal itu pula yang Kwik jelaskan ke Prabowo saat pertemuannya beberapa waktu lalu.

"Jadi yang sudah berjalan 4 tahun ini tidak sesuai dengan keyakinan saya. Misalnya angka PDB apakah itu 5,2 persen atau 5,3 persen. Beda sekian persen yang demikian menurut saya itu tidak penting sama sekali karena dan itu juga saya jelaskan ke pak Prabowo. Sebetulnya PDB itu barang dan jasa yang diproduksi di wilayah Republik Indonesia, tidak peduli milik siapa," jelas Kwik.

"Jadi kalau ada 1 orang Amerika yang menanam modal 200 miliar dollar dan tujuannya untuk mengeruk kekayaan alam, mengeruk minyak, lalu bagi hasil segala macam itu adalah PDB. Tapi PDB itu cuma separuh atau lebih dari separuh bukan milik bangsa Indonesia," urainya.

Bagi Kwik Kian Gie, seharusnya PDB secara keseluruhan dibagi secara merata dan ada ukuran PDB per kapita. Dirinya menilai PDB selama ini tidak mencerminkan keadilan.

Menurut Kwik, pemikirannya soal permasalahn itu tak banyak didengarkan orang-orang. Bahkan, ia sempat mengingatkan perkataan Presiden pertama Indonesia Sukarno, bahwa di masa yang akan datang bukan penjajah asing yang akan datang ke negeri kita melainkan bangsa sendiri.

"Bahkan sejak sebelum itu saya sudah dibilangin Ibu Megawati ketika itu yang saya ingat Bung Karno mengatakan, ketika itu sudah diberi tahu kita ini sudah merdeka tapi waspadalah bahwa kita masih dijajah bangsa kita sendiri yaitu oleh elite bangsa yang berhasil dijadikan kompresor dan kaki tangan dan bentuk penjajahannya sangat beradab," papar Kwik.

Meski tidak mendukung kubu manapun pada pemilu 2019 mendatang. Kwik selalu bersedia jika dimintai pendapat maupun pandangannya terkait masalah ekonomi yang dihadapi saat ini.

"Oh, saya bersedia. Selalu bersedia. Saya tidak pernah tidak bersedia," kata Kwik.

Rekomendasi