KPU Bantah Gerindra dan PKS Coret Caleg Eks Koruptor

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah pernyataan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengklaim telah menarik caleg mantan narapidana korupsi, sebelum masa penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menegaskan, kedua partai tersebut masih mengusung mantan narapidana korupsi sebagai caleg.

"Enggak, belum (ditarik). Harus dibedakan, pernyataan politik dan pernyataan administratif. Saya menarik (caleg), ini suratnya. Itu pernyataan administratif," ujar Wahyu di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018). 

Wahyu bilang, jika caleg eks koruptor tersebut memang telah ditarik, pasti KPU telah menindaklanjuti dan mencoret namanya dari daftar caleg. "Ya kalau sudah ditarik pastilah kita coret lah. Kita kan juga enggak mungkin mencantunkan orang yang menjadi caleg itu tanpa dasar," jelasnya.

Baca Juga : Ini Daftar Caleg Eks Koruptor yang Perlu Kamu Tahu

Melanjutkan, Komisioner KPU Ilham Saputra menyebut jumlah caleg eks koruptor hingga saat ini berjumlah 36 orang. Jumlah itu, menurut Ilham, masih bisa bertambah mengingat ada caleg eks koruptor yang masih proses ajudikasi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

"Benar seperti itu (caleg eks koruptor 36). Dan masih ada kemungkinan bertambah, sebab saat ini masih ada ajudikasi," terangnya.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria sebelumnya mengklaim, kalau partainya hanya mengusung satu mantan narapidana korupsi, yakni M Taufik yang maju sebagai caleg DPRD Provinsi DKI Jakarta. Riza juga meminta KPU untuk mengoreksi daftar tersebut.

Baca Juga : KPU Tak Bisa Tandai Caleg Eks Koruptor di Surat Suara

Sementara, Presiden PKS Sohibul Iman juga mengaku pihaknya telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengganti caleg eks koruptor. Menurut Sohibul, Dewan Pimpinan Pusat PKS telah memerintahkan seluruh jajaran pimpinan partai di daerah untuk mengganti caleg eks koruptor.

Tag: caleg bermasalah pks gerindra kpu pemilu 2019

Bagikan: