Ratna Sarumpaet Ditolak Jadi Tahanan Kota

Tim Editor

Ratna Sarumpaet menggunakan baju tahanan Polda Metro Jaya. (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Polda Metro Jaya menolak permintaan Ratna Sarumpaet jadi tahanan kota. Ratna adalah tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong mengenai penganiayaan terhadap dirinya.

"Permohonan tersebut belum dapat dikabulkan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (12/10/2018).

Baca Juga : Nadi Hingga Psikologi Ratna diperiksa Polisi

Argo bilang, keputusan itu keluar setelah penyidik melakukan evaluasi permohonan yang diajukan pihak Ratna. Hasil evaluasi pun menyebut permohonan belum dapat dikabulkan.

"Jadi permohonan sudah diterima penyidik dan kemudian dianalisa dan evaluasi," katanya.

Sebelumnya, Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin mencoba melakukan manuver mengajukan penahanan kota buat kliennya itu.

"Kita akan ajukan surat permohonan tahanan kota (hari ini)," kata Insank, Senin (8/10/2018).

Baca Juga : Ratna Sarumpaet Ajukan Permohonan Tahanan Kota

Lewat permohonan ini, Insank pun menjamin kliennya tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatannya.

"Selanjutnya juga kami menjamin akan mempermudah proses hukum ini. Apa yang menjadi kendalanya?" tutur Insank.

Alasan kuasa hukum dan keluarga Ratna Sarumpaet mengajukan permohonan untuk menjadi tahanan kota adalah melihat latar belakang Ratna yang merupakan seniwati dan aktivis yang punya banyak kegiatan.

"Kita enggak bisa pungkiri dia adalah tokoh, kemudian dia sudah berusia lanjut. Kemudian dia setiap hari harus mengkonsumsi obat. Jadi kalau harus berada di rutan baik secara fisik maupun mentalnya bisa terpengaruh," kata dia.


(Ilustrasi/era.id)

Supaya kamu tahu, kasus ini bermula ketika Ratna mengaku kepada anak-anaknya menjadi korban penganiayaan di sekitaran bandara Bandung pada 21 September. Dia mengatakan itu setelah ditanya anaknya, karena muka dia lebam. Narasi penganiayan ini disebarluaskan oleh sejumlah tokoh nasional, terutama pihak Badan Pemenangan Nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ratna merupakan salah satu juru bicara Prabowo-Sandiaga.

Nyatanya, lebam di muka itu karena operasi sedot lemak di RS Bina Estetika, Menteng. Ratna pun mengakui kalau dirinya berbohong.

Atas kasus ini, mantan juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandiaga ini pun ditangkap polisi untuk dimintai pertanggunjawabannya. Ratna dijerat pasal 14 UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tag: ratna sarumpaet ditangkap

Bagikan: