1. Asian Para Games 2018
Hingga Jumat (12/10) kemarin, pukul 22.43 WIB, Indonesia masih tertahan di posisi keenam klasemen perolehan sementara medali Asian Para Games 2018. Dengan total 123 medali, Indonesia tetap berada di bawah China, Korea, Iran, Jepang dan Uzbekistan.
Hari ini rencananya upacara penutupan Asian Para Games 2018 akan digelar di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (13/10/2018). Jadi, untuk kalian yang ingin menonton jangan sampai ketinggalan yah. Acaranya dimulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Ilustrasi (Mahesa/era.id)
Upacara penutupan Asian Para Games 2018 mengusung tema 'We are One Wonder' yang merupakan gabungan dari perjuangan atlet yang luar biasa, keajaiban, dan kemenangan atau nomor satu.
Baca Juga : Hari Terakhir Para Angkat Berat, Indonesia Tanpa Medali
Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik Korea Selatan Ace of Angels (AOA), dan penampilan grup musik Indonesia Cokelat, dan penyanyi Allafta Hirzi Sodiq atau akrab disapa Zizi, penyanyi tunanetra yang memukau banyak orang saat Opening Ceremony Asian Para Games.
Selain tiga selebritas itu, INAPGOC juga akan menghadirkan grup musik Indonesia Netral, penyanyi Judika, Rio Febrian, Claudya Fritsca, Naura, dan Sherly Sheinafia.
Tak hanya penampilan grup musik, penutupan Asian Para Games ke-3 itu juga akan dimeriahkan pertunjukan piktogram wayang jelang pemadaman api kaldron serta para penari di atas panggung berbentuk persegi panjang dengan panjang 28 meter.
Baca Juga : Bonus Atlet APG 2018 Diberikan Sebelum Penutupan
INAPGOC menyatakan masih terdapat sekitar 3.000 tiket yang belum terjual untuk kelas festival. Tiket itu dapat dibeli secara dalam jaringan di loket.com. Harga tiket penutupan Asian Para Games 2018 untuk kelas festival sebesar Rp400.000. Kemudian, kelas festival kursi roda seharga Rp200.000. Sedangkan tiket kelas I timur dijual seharga Rp500.000 dan tiket kelas II timur dan kelas II barat dijual harga Rp 250.000.
Panitia juga telah mendistribusikan tiket gratis kepada tamu-tamu penyandang disabilitas melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Pemeriksaan Amien Rais
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, terkait berita bohong Ratna Sarumpaet, pada Rabu (10/10). Anggota Dewan Pembina BPN Prabowo-Sandi itu diperiksa penyidik selama enam jam.
Kuasa Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Eggi Sudjana menyebut jika pihak kepolisian sangat menghormati Amien Rais. Bahkan, kata Eggy, kliennya itu diperiksa bukan di ruangan penyidik, melainkan di ruangan bekas Kapolda.
Baca Juga : Perlakuan Istimewa untuk Amien Rais
Saat pemeriksaan, kata Eggi, Amien dicecar sebanyak 30 pertanyaan. Ia pun mendampingi Amien hingga selesai. Menurut Eggi, pertanyaan yang dilontarkan penyidik salah satunya perihal siapa yang menyuruh adanya konferensi pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.
Amien Rais usai diperiksa di Polda Metro Jaya. (Mery/era.id)
Usai pemeriksaan, Amien mengaku penyidik yang memeriksanya tidak melontarkan pertanyaan yang menjebak. Dia pun merasa penyidik tak mengulur waktu. Setidaknya ada 30 pertanyaan yang ditanya penyidik kepadanya terkait dengan kasus Ratna Sarumpaet.
"Jadi itu demikian smooth, bagus dan pertanyaannya itu straight. Tidak muter-muter apalagi menjebak. Terima kasih sekali," ujar Amien, di Markas Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).
Baca Juga : Saat Amien Rais Jadi Puji Profesionalisme Polisi
Sejumlah elemen massa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 pun turut mengawal pemeriksaan Amien Rais, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat PA 212 atas kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.
Infografis (Audrey/era.id)
3. IMF-WB 2018
Annual Meetings IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, sudah dimulai sejak Senin (8/10) kemarin. Namun bukan isi acara dan efek yang dibicarakan dari kegiatan tersebut, sejumlah pihak malah mengkritisi hajatan yang kabarnya menghabiskan anggaran hingga Rp855 miliar tersebut.
Secara tak langsung, kritik itu ditanggapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Senin (8/10). Jokowi menyebut, sebagian besar anggaran pertemuan IMF-WB digunakan untuk perbaikan dan pengembangan infrastruktur di Pulau Dewata, Bali, selaku tuan rumah.
Anggaran itu dipakai untuk memperluas apron di Bandara Bali, membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet. "Artinya setelah itu akan kita gunakan terus. Bukan sesuatu yang hilang. Kemudian, annual meeting sebesar itu, 34.000 (orang) yang datang, menjadi rebutan semua negara, karena pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra yang baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu," kata Jokowi, seperti dikutip Antara.
Presiden Jokowi di annual meeting IMF World Bank 2018. (Foto: setkab.go.id)
Indonesia, melalui 14 BUMN, mendapatkan investasi hingga 13,5 miliar dolar AS atau setara Rp202,5 triliun (kurs Rp15.000/dolar AS) untuk pengembangan proyek infrastruktur dari kesepakatan di rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).
Dalam sambutannya pada acara Annual Meetings Plenary IMF-WB 2018, di Nusa Dua Hall, Bali, Jumat (12/10), Jokowi mengajak seluruh dunia bersatu bersama-sama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dilansir dari akun Twitter @am2018bali, Presiden Jokowi menganalogikan, keadaan dunia saat ini seperti film Game Of Thrones. Di mana perang dagang antar negara yang terjadi, ibarat merebut tahta pada film tersebut. Padahal saat ini, bukanlah waktu yang tepat untuk saling bersaing dan menjatuhkan satu sama lain.
Baca Juga : Jokowi Analogikan Ekonomi Dunia seperti Game of Thrones
Dia menambahkan, saat ini, ancaman global juga sudah mulai meningkat. Tak hanya perang dagang dan ketidakstabilan ekonomi, tetapi juga masalah perubahan iklim dan masalah lingkungan lainnya. Kata Jokowi, ini penting bagi dunia untuk menyelesaikannya bersama dibanding saling menjatuhkan.
Dia menambahkan, saat ini, ancaman global juga sudah mulai meningkat. Tak hanya perang dagang dan ketidakstabilan ekonomi, tetapi juga masalah perubahan iklim dan masalah lingkungan lainnya. Kata Jokwoi, ini penting bagi dunia untuk menyelesaikannya bersama dibanding saling menjatuhkan.
Baca Juga : Istri Bill Gates Ngobrol Bareng Driver Go-Jek di Bali
"Memasuki musim final serial Game of Thrones, Saya yakin cerita akhirnya akan mengandung pesan moral bahwa menang kalah akan membawa penderitaan bagi yang menang atau yang kalah. Kemenangan pada perang akan menghasilkan dunia yang porak poranda," Joko Widodo.