Bertemu Menlu Arab, Jokowi Prihatin Kasus Jamal Khashoggi

| 22 Oct 2018 18:45
Bertemu Menlu Arab, Jokowi Prihatin Kasus Jamal Khashoggi
Presiden Jokowi bertemu dengan Menlu Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir di Istana Bogor, Jawa Barat. (Foto: Twitter @jokowi)
Jakarta, era.id - Presiden Joko Widodo menanyakan kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir yang datang ke Istana Bogor, Senin (22/10/2018). 

Jokowi pun menyatakan keprihatinannya terkait kematian jurnalis The Washington Post di Konjen Arab Saudi di Istanbul, Turki beberapa waktu itu.

Pernyataan ini diutarakan Presiden Jokowi lewat akun Twitternya, @jokowi. Selain masalah Khashoggi, Jokowi juga menanyakan banyak hal kepada Adel, di antaranya soal perlindungan bagi WNI di Arab Saudi.

"Melalui beliau, saya menyampaikan beberapa hal seperti ajakan untuk terus mensyiarkan perdamaian, kerja sama ekonomi, perlindungan bagi WNI, dan keprihatinan atas kasus Jamal Khashoggi," kata Jokowi.

 

Kerajaan Arab Saudi memastikan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi telah meninggal dunia di Konsulat Arab di Turki.

Selain itu, Kerajaan itu memecat dua pejabat senior sehubungan dengan peristiwa tersebut karena memicu reaksi internasional dan membuat tegang hubungan Arab Saudi dengan Barat. Mereka yang dipecat adalah Penasehat Pengadilan Kerajaan Saud Al-Qaftani dan Wakil Kepala Dinas Intelijen Ahmed Asiri.

Satu pernyataan dari jaksa penuntut umum Arab Saudi, sebelum meninggal, Khashoggi terlibat perkelahian dengan sejumlah orang yang ada di dalam Konsulat. Dia ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, untuk meminta dokumen buat pernikahannya dengan tunangannya.

"Penyelidikan masih berlangsung dan 18 warga negara Arab Saudi telah ditangkap," kata sebuah pernyataan  yang dilansir dari Antara, Sabtu (20/10/2018).    

Khashoggi merupakan jurnalis yang mengeritik Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Raja Salman sempat memerintahkan pembentukan satu komite tingkat menteri yang dipimpin oleh putra mahkota untuk menata kembali dinas intelijen. 

Hilangnya Khashoggi, warga AS ini, juga membuat tegang hubungan antara Arab Saudi dan sekutu Barat.

Sebelum pengumuman oleh Arab Saudi ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia mungkin akan mempertimbangkan sanksi atas Arab Saudi sehubungan dengan hilangnya Khashoggi, dan pada saat yang sama menekankan pentingnya hubungan AS-Arab Saudi.

Rekomendasi