Korut dan Korsel Sepakati Larangan Senjata di DMZ

Tim Editor

Zona Demilitarisasi Korea (Korea Herald)

Jakarta, era.id - Korea Utara dan Korea Selatan mengambil langkah baru dengan mengakhiri ketegangan dan mewujudkan perdamaian antara dua negara itu. Di mana pada, Kamis (25/10) kedua negara menyepakati untuk tak lagi mengizinkan penggunaan senjata di zona demiliterisasi atau biasa disingkat DMZ.

Melansir dari The Washington Post, Jumat (26/10/2018) kedua belah pihak baik Korut maupun Korsel dan Komando PBB telah menyepakati perjanjian gencatan sejata, amunisi yang dibawa oleh prajurit yang berjaga di Area Keamanan Bersama (DMZ) di Desa Panmunjom. Tak hanya itu, kedua belah pihak juga memutuskan untuk menghapus wilayah ranjau dari lokasi tersebut.

Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan AS Choi Hyun-soo, langkah ini menunjukkan upaya diplomatik yang terus berjalan untuk perdamaian dua negara. 

"Semua senjata api, amunisi dan pos penjaga di dalam DMZ benar-benar dihapus. Dua militer Korea dan Komando PBB akan terus mengoordinasikan upaya untuk menerapkan demiliterisasi DMZ," kata Choi seperti dikutip dari The Washington Post.

"Ini sesuai rencana (perdamaian)," imbuhnya.

<iframe src="https://globalnews.ca/video/embed/4512181/" width="670" height="372" frameborder="0" allowfullscreen scrolling="no"></iframe>

Hubungan kedua negara membaik setelah pemimpin Korut Kim Jong-un bertemu Presiden Korea Moon Jae-in di Panmunjom pada April lalu. Pertemuan itu disusul dengan kopi darat Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura. 

Kedua negara sepakat memulai proses perdamaian, meningkatkan hubungan, dan Korut setuju untuk melucuti senjata nuklir mereka.

Jika sudah dinyatakan bebas senjata, DMZ akan dijaga oleh 35 tentara tanpa senapan maupun senjata lainnya dari kedua negara. Turis dan pengunjung juga akan diperbolehkan berada di wilayah ini.



Biar kalian tahu, sejak Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada 1953, di lokasi perbatasan itu para tentara dari kedua negara hanya diperbolehkan untuk berdiri dan saling bertatapan selama 24 jam sehari, seperti dirangkum dari Korea Herald.

Tak hanya itu, lokasi perbatasan DMZ sepanjang 4 kilometer itu juga diperkirakan terdapat 2 juta ranjau yang tertanam di sekitar area DMZ. Dan dijaga oleh prajurit bersenjata lengkap di kedua sisinya. 
 

Tag: konflik korea korea utara korea selatan

Bagikan: