Mencari Untung Berdalih Jasa Bantuan Tilang

Tim Editor

Situasi antrean pelanggar tilang di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (18/12/2017).

Jakarta, era.id - Puluhan orang mengantre di depan gerbang Kejaksaan Negeri Jakarta Timur sejak pukul 06.30 WIB, pagi ini. Mereka adalah pengendara kendaraan bermotor, baik mobil atau motor, yang terkena operasi penertiban jalan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) atau yang biasa dikenal dengan istilah tilang.  Kedatangan mereka adalah untuk membayar denda tilang dan mengambil SIM atau STNK yang menjadi jaminannya.

Ternyata, ada saja yang mencari keuntungan dan memanfaatkan situasi ini.

Pantauan era.id di lokasi, ada tukang parkir yang langsung mengarahkan para pelanggar untuk melakukan pembayaran tilang yang melalui transfer dari bank. Bahkan, tukang parkir itu menghampiri para pelanggar yang baru saja tiba di sana untuk menyarankan agar langsung membayar denda tilang dengan pembayaran transfer lewat bank tertentu.

"Langsung saja ke BRI dekat situ. Nanti ada yang bantuin transfer di sana," ujar salah seorang tukang parkir yang mengarahkan para pelanggar di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (18/12/2017).

Sementara itu, sudah ada seseorang yang menunggu di depan Bank BRI yang tidak jauh dari pengadilan. Bahkan, orang tersebut menunggu sebelum bank itu beroperasi. Dia juga terpantau menghampiri pelanggar yang hendak membayar denda tilang sambil menawarkan jasanya.

"Ini kalau denda tilangnya Rp61 ribu, saya transferin jadi Rp75 ribu, ya," ucapnya.

Untuk pembayaran denda tilang ini, setiap pelanggar diharuskan mengecek biaya tilangnya dulu di web pengadilan negeri atau kejaksaan negeri di tiap kotamadya. Saat sudah tahu biaya dendanya, maka pelanggar diminta mentransfer uang denda itu ke rekening BRI Kejaksaan Negeri JaKarta Timur menggunakan ATM pribadi.

Setelah membayar denda, bukti transfer dan surat tilang kemudian dibawa ke loket di pengadilan untuk mengambil nomor panggil. Pelanggar diminta menunggu sampai dipanggil dan setelah itu dilakukan penyerahan denda tilang dan SIM atau STNK yang dijadikan jaminan tilang.

Jasa tukang parkir tadi ternyata disambut baik oleh beberapa orang pelanggar. Sebut saja Adang, yang menitipkan membayarkan denda tilang kepada orang tadi.

Menurut Adang, dengan kondisi seperti ini membantu dirinya untuk mengefiensikan waktu. Dengan jasa itu, pelanggar nanti dapat langsung mengambil nomor antrean dan menunggu panggilan untuk penyerahan bukti pelanggaran.

"Memang begitu, wajar. Anggap saja jasa, gitu," ujar Adang, salah satu pelanggar yang sedang menunggu dibukanya loket.

Bagikan: