Kantung Jenazah Tiba di RS Polri, Identifikasi Dimulai

Tim Editor

Kantung jenazah korban Lion Air JT 610. (Foto: Twitter @humas_basarnas)

Jakarta, era.id - Tujuh kantung jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610, tiba di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur, Senin.

Dilansir dari Antara, berdasarkan pantauan di lokasi, tujuh kantung jenazah tersebut tiba pada pukul 15.43 WIB dengan diangkut dengan tiga unit kendaraan yang terdiri atas satu ambulans mini bus dan dua unit ambulan berukuran sedang yang berangkat dari Tanjung Priok sebagai posko pertama kecelakaan pesawat nahas tersebut.

Masing-masing kendaraan mengangkut dua dan satu ambulan mengangkut tiga kantung jenazah yang sepertinya merupakan potongan bagian tubuh korban jenazah jika melihat ukuran kantung tersebut yang tidak penuh padat terisi.

Ketujuh kantung jenazah tersebut, langsung dibawa ke ruang CT Scan Post Mortem Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur.
 

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Edy Purnomo mengatakan, tujuh kantung jenazah ini akan diperiksa pada Selasa (30/10/2018). Pemeriksaan akan dimulai dari pukul 7.00 WIB.

"Hari ini datang tujuh kantung jenazah dari kasus kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, kantung jenazah saat ini langsung dimasukkan ke dalam freezer atau pendingin sementara pemeriksaannya dilakukan Selasa," ujar Edy.

Edy mengimbau ke seluruh masyarakat yang merasa anggota keluarganya menjadi korban, untuk segera menghubungi posko pengambilan data antemortem (data fisik khas korban sebelum meninggal) di sekitar Ruang DVI untuk pemeriksaan DNA dan identitas korban juga diminta untuk dibawa ke RS Polri.

"Diminta kepada seluruh keluarga korban Lion Air untuk menghubungi Rumah Sakit Polri menghubungi tim ante mortem di ruang DVI, agar bisa melakukan identifikasi terhadap korban yang ada, karena mulai hari ini dilaksanakan operasi DVI khusus korban kecelakaan pesawar Lion Air JT 610," ujar Edy.


Ilustrasi (era.id)

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut mengalami masalah saat terbang dan berupaya kembali ke Jakarta namun jatuh di Perairan Tanjung Karawang. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.20 WIB.

Pesawat tipe Boeing 737 Max 8 dengan Nomor Penerbangan JT 610 terbang dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang. Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Pesawat tersebut membawa 178 penumpang dewasa, seorang anak dan 2 bayi, dengan 2 pilot dan 6 kru pesawat.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino  bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul  Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang

Tag: lion air jatuh lion air pegawai kemenkeu jadi korban pesawat jatuh

Bagikan: