Pasca Kecelakaan Lion Air, Saham Boeing Anjlok

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Saham Boeing Co (BA) anjlok hingga 23,68 poin (6,59 persen) ke level 335,59 dolar AS per saham sejak penutupan perdagangan di New York Stock Exchange (NYSE), Senin (29/10).

Mengutip dari data perdagangan CNBC, Selasa (30/10/2018) kinerja harian saham Boeing tercatat pada posisi terendahnya sejak Februari 2016. Saham produsen pesawat ini sempat dibuka menguat 360,55 dolar AS atau sekitar (Rp5,5 juta) per unit saham, sebelum berbalik arah dan mengalami penurunan sepanjang sesi perdagangan.

Setidaknya ada dua pemicu anjloknya saham Boeing, yakni ancaman tarif impor baru perang dagang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Serta sentimen negatif jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Lion Air, yang tak lain merupakan pesawat terbaru buatan Boeing.



Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 200 poin pada penutupan perdagangan Senin kemarin, di mana saham Boeing berkontribusi 169 poin terhadap anjloknya Dow Jones.

"Boeing adalah eksportir terbesar, bea impor baru apapun akan berdampak pada mereka secara langsung. Mereka mengekspor sekitar 80 persen dari apa yang mereka buat dan mereka membuat 90 persen dari produk itu di Amerika Serikat," ujar Analis dari Jefferies Sheila Kahyaoglu.

Bila dirunut, saham Boeing telah turun 9,5 persen di Oktober meskipun melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga yang kuat. Saham ini sedang menuju kinerja bulanan terburuknya sejak anjlok 16,9 persen di Januari 2016.

Boeing juga telah menaikkan proyeksi labanya di 2018 akibat lonjakan pendapatan. CEO Dennis Muilenberg mengatakan perusahaannya mempertahankan "pandangan jangka panjang" terhadap lingkungan perdagangan.

"Peningkatan pendapatan 1 miliar dolar AS didorong oleh bisnis militer dan layanan jasa penerbangan," sebut Boeing dalam keterangan tertulisnya.



Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 jadi kecelakaan pertama di dunia untuk pesawat bertipe Boeing 737 MAX 8. Sejak pertama diperkenalkan ke layanan komersial tahun lalu, Boeing telah menerima 4.783 pesanan dan mengirim 219 unit 737 MAX hingga September 2018.

Lion Air sendiri jadi maskapai pertama di dunia yang mendatangkan tipe ini. Dilansir dari data internal perusahaan yang dikutip Straits Times, Senin (29/10/2018), Lion Air telah mendatangkan 13 unit pesawat 737 MAX.

Hingga saat ini, Southwest Airlines jadi maskapai yang paling banyak mendatangkan 737 MAX dengan mendatangkan 23 unit, disusul Air Canada dengan 18 unit, American Airlines Group yang berada di atas Lion Air dengan 15 unit.    

Tag: pasar saham lion air jatuh boeing

Bagikan: