Hottest Issue Malam, Selasa 30 Oktober 2018

Tim Editor

Ilustrasi (Audrey/era.id)

Jakarta, era.id - Pekan terakhir di bulan Oktober masih menyimpan sejumlah informasi menarik. Mulai dari perjalanan mualafnya artis Roger Danuarta, hingga proses pencarian bangkai pesawat Lion Air JT 610. Semua informasi yang ramai sejak siang hingga saat ini, kami rangkum secara singkat, padat, dan jelas lewat Hottest Issue malam. Selamat menikmati!

1. Roger Danuarta Mualaf

Roger Danuarta menjadi mualaf. Mantan kekasih Sheila Marcia itu mengucapkan dua kalimat syahadat pada Senin (29/10) kemarin untuk memeluk agama Islam. 

Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram Mualaf Center Yogyakarta, aktor yang pernah terjerumus dalam kasus narkoba itu terlihat mengucapkan dua kalimat syahadat. Roger tampak duduk di depan seorang ustaz yang membimbingnya menjadi mualaf dengan mengenakan kopiah dan kemeja.

Baca Juga : Alasan Roger Danuarta Jadi Mualaf



2. Wakil Ketua DPR Tersangka Suap

KPK kembali menetapkan sejumlah tersangka baru dari pengembangan kasus korupsi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Salah satu tersangka yang ditetapkan KPK adalah Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. 

"KPK menetapkan TK (Taufik Kurniawan) Wakil Ketua DPR 2014-2019 sebagai tersangka," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi persnya di kantor KPK, Jalan Kuingan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2018).

Baca Juga : Taufik Kurniawan Ikut Terlibat Kasus Korupsi Kebumen

Basaria menjelaskan, Taufik Kurniawan diduga menerima hadiah sebesar Rp3,65 miliar dari Muhamad Yahya Fuad (MYF) selaku Bupati Kebumen Periode 2016-2021. Diketahui uang tersebut berkaitan dengan upaya untuk memuluskan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN 2016 untuk alokasi APBD perubahan Kabupaten Kebumen di tahun yang sama.

3. Pencarian Lion Air JT 610 

Badan SAR Nasional memperluas radius wilayah pencarian pesawat Lion Air JT 610 dan penumpang yang menjadi korban dari titik saat pesawat hilang kontak di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Kemarin kita hitung di radius 5 nautical mile (NM). Hari ini, search area diperluas pencariannya mencapai radius hampir 10 NM," tutur Direktur Kesiapsiagaan Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Perluasan pencarian tersebut, kata Didi disesuaikan dengan teknik penghitungan standar aplikasi yang dimiliki Basarnas. "Makanya perhitungan dalam bentuk radius, perkiraan dia dalam radius itu bisa ke barat. Intinya, perluasan dalam radius yang sudah diperhitungkan," kata dia.  

 

4. Tunangan Khashoggi Sindir Trump

Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz tak lelah terus bersuara mencari keadilan. Cengiz menyindir Presiden AS Donald Trump yang seperti kehilangan wibawanya menekan Arab Saudi agar terbuka di kasus Khashoggi.

Trump memang seakan main dua kaki dalam kasus Khashoggi. Awalnya dia masih tidak percaya kalau kolumnis Washington Post itu tewas dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul. Namun setelah bukti-bukti yang dibeberkan Turki makin nyata, ditambah pengakuan kerajaan Saudi, Trump luluh.

Maksudnya luluh karena Trump mulai meminta Saudi bertanggung jawab. Namun bagi Cengiz, itu belum cukup. Apalagi AS memang sudah menjalin kerja sama dengan Saudi untuk anggaran yang tak sedikit, hampir 110 miliar dolar AS.

"Saya tidak suka menghentikan sejumlah besar uang yang dituangkan ke negara kami - mereka menghabiskan $ 110 miliar untuk peralatan militer dan pada hal-hal yang menciptakan lapangan kerja untuk negara ini," kata Trump.    

Baca Juga : Tunangan Khashoggi Sindir Trump Soal Uang


Jamal Khashoggi (Foto: Istimewa)

5. Kehidupan di Mars Bakal Terkuak?

Para insinyur roket dari Amerika Serikat tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan misi antariksa yang mampu mengungkap kehidupan lain di luar planet Bumi. Para ilmuwan berharap Badan Antariksa AS, NASA lebih berani bermimpi untuk memastikan robot yang mereka ciptakan bisa mengungkap tanda-tanda adanya kehidupan zaman kuno di Mars.

Saat ini, para peneliti belum dapat memastikan apakah sampel batuan yang ada di sana mengandung fosil--sisa-sisa makhluk hidup. Sampel batuan itu rencananya akan dikumpulkan di permukaan Mars selama beberapa tahun, baru kemudian diboyong ke Bumi dalam serangkaian misi robot yang mereka sebut sample return, yang menghabiskan dana ditaksir lebih dari 10 miliar dolar AS.

Baca Juga : Mega Proyek AS Akan Ungkap Tanda Kehidupan di Mars

Pada investasi yang menelan dana tidak sedikit ini, para ilmuwan mengatakan akan berusaha menciptakan peluang paling besar untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di Mars. Para ilmuwan menyerukan untuk mengumpulkan para robot penjelajah berikutnya ke planet merah untuk menelusuri tiap tempat di mana kemungkinan besar para robot dapat mengumpulkan batu yang mengandung banyak fosil.


Ilustrasi (Pixabay)

Tag: hottest issue

Bagikan: