Identifikasi Korban Lion Air Akan Lebih Cepat dari Air Asia

Tim Editor

RS Polri Kramat Jati (FOTO: Tsa Tsia/era.id)

Jakarta, era.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri , Kramat Jati, Jakarta Timur memperkirakan proses identifikasi korban pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 601 akan berjalan lebih cepat dibanding proses identifikasi penumpang Air Asia QZ 8501 yang jatuh pada Desember 2014.

Kata Kepala Bidang (DVI) RS Polri Sukanto, Kombes Pol drg Lisda Cancer, proses identifikasi korban PK LQP dilakukan dengan hanya dengan mengidentifikasi bagian tubuh tertentu yang berhasil ditemukan, berbeda dengan identifikasi penumpang QZ 8501, di mana identifikasi dilakukan terhadap jasad utuh para korban.

Dalam identifikasi jasad utuh, DVI harus melakukan lebih banyak prosedur, enggak cuma eksaminasi DNA sebagaimana dilakukan terhadap korban PK LQP, tapi juga mengidentifikasi sidik jari, kondisi gigi, hingga tanda medis korban.

"Pemeriksaannya menyeluruh, satu hari tim forensik RS Polri mampu memeriksa sekitar delapan tubuh. Sementara, korbannya ratusan," kata Lisda sebagaimana ditulis Antara, Selasa (13/11/2018).

Alhasil, proses identifikasi korban Air Asia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata 29 Desember 2014 membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Sementara itu, korban pesawat Lion Air PK LQP yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, 29 Oktober 2018 ditemukan melalui bagian-bagian tubuhnya. Pemeriksaan DNA, kata Lisda, membutuhkan waktu empat-delapan hari.

"Prosesnya lebih singkat, karena tim DVI bisa lebih fokus memeriksa DNA dari jaringan bagian tubuh yang ditemukan ... Hasil pemeriksaan DNA dapat diperoleh dalam empat hari jika kualitas sampel bagus, tetapi jika profil DNA yang didapatkan tidak lengkap maka pemeriksaan akan diulang," kata dia.


(Ilustrasi/era.id)

Ia menambahkan, pemeriksaan sampel juga akan diulang, apabila hasilnya merujuk pada dua individu. "Jika ada dua individu pada satu sampel DNA, artinya sampelnya sudah terkontaminasi. Jadi kita ambil lagi sampel pada jaringan yang lebih dalam, dan mengulang pemeriksaan."

Di samping pemeriksaan DNA, maka identifikasi korban Lion Air PK LQP bernomor penerbangan JT 601 juga dilakukan melalui sidik jari, gigi, dan tanda medis. Hingga hari ke-16 sejak insiden pesawat yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, RS Polri telah mengidentifikasi 82 penumpang, yang 62 d antaranya berjenis kelamin laki-laki, 20 sisanya perempuan.

Artinya, masih ada 107 penumpang yang belum teridentifikasi. Tim DVI RS Polri masih memeriksa 666 sampel DNA yang ditemukan dari 195 kantong jenazah.

Tag: lion air jatuh

Bagikan: