Alotnya Rekonsiliasi Identifikasi Korban Lion Air

Tim Editor

RS Polri Kramat Jati (FOTO: Tsa Tsia/era.id)

Jakarta, era.id - Proses identifikasi jenazah korban tragedi Lion Air PK LQP terus dilakukan. Meski berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah lewat sidang rekonsiliasi yang digelar hari ini, Rabu (7/11/2018), tim DVI Polri mengaku proses berjalan sangat alot.

Kepala Bidang DVI Rumah Sakit (RS) Polri, Kombes Pol Lisda Cancer menjelaskan, selama proses identifikasi berjalan selama ini, kealotan dalam sidang rekonsiliasi memang selalu terjadi.

Alasannya, tim DVI menjaga betul kehati-hatian dan ketelitian mereka dalam upaya mengidentifikasi setiap jenazah. Setiap ahli yang terlibatkan dikorek, dimintai pendapat soal penetapan identitas penumpang.

"Sebetulnya enggak hari ini saja, tapi tiap sidang rekonsiliasi kita benar-benar melakukannya dengan penuh kehati-hatian dan teliti, semua ahli dilibatkan dan diminta pendapatnya untuk tetapkan identitas penumpang ini," tutur Lisda, Rabu (7/11/2018).

Dalam sidang yang digelar sore ini pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB, tim DVI berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah. Dengan hasil ini, artinya tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 51 penumpang dengan rincian 40 laki-laki dan sebelas perempuan.

"Keluarga penumpang dah diberitahu lebih dahulu sebelum dirilis ... Penumpang teriden melalui DNA primernya dan sekundernya data medis," tutur Lisda.

Tujuh jenazah yang berhasil diidentifikasi hari ini adalah:

1. Kasan (laki-laki/63 tahun/sidik jari)
2. Elin Sutikno (laki-laki/59 tahun/sidik jari)
3. Sahabudi (laki-laki/50 tahun/sidik jari)
4. AKBP Sekar Maulana (laki-laki/ 45 tahun/sidik jari)
5. Dokter Rio Nanda Pratama (laki-laki/26 tahun/sidik jari)
6. Radika Wijaya (laki-laki/4 tahun/DNA dan medis)
7. Rafiza Wijaya (laki-laki/1,9 bulan/DNA dan medis)

Tag: lion air jatuh

Bagikan: