Rupiah Sempat Menguat Tipis, Dolar AS Rp14.800

Tim Editor

Ilustrasi nilai tukar rupiah (Mahesa/era.id)

Jakarta, era.id - Pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terus berlanjut seiring dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali menguat. Mata uang Paman Sam di pasar valuta asing pun ditutup pada level Rp14.800.

Mengutip data perdagangan Reuters, Selasa (13/11/2018) pukul 16.28 WIB, pada pembukaan perdagangan berada di Rp14.810 dan terus menguat hingga menyentuh angka tertingginya Rp14.930. Rupiah hanya menguat tipis 0,03 persen dibandingkan pada penutupan perdagangan har ini.

Bila dirunut, pekan ini dolar AS mulai berbalik menguat pada akhir pekan lalu, pagi ini dolar AS tercatat naik ke level Rp14.844. Secara year to date (ytd) atau dari awal tahun hingga saat ini, dolar AS sudah menguat terhadap rupiah sebesar 8,6 persen.



Di sisi lain, rilis data defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang melebar hingga keputusan bank sentral AS, Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada Desember 2018 menjadi sentimen negatif rupiah.

Selain itu penyebab pelemahan rupiah salah satunya adalah akibat dari peningkatan sentimen terhadap aset negara-negara berkembang dan melonjaknya harga minyak dunia. Dilihat secara teknikal, Setelah break out dari titik resisten sebelumnya di level Rp15.000, secara Monthly per dolar AS akan bergerak naik menuju level Rp16.000-Rp17.000.

Sementara data kurs rupiah yang ditransaksikan antar bank di Indonesia, mulai menjual dolar AS di atas Rp14.700. Seperti Bank BCA yang kembali menjual barang pada level Rp14.829. Sedangkan Bank Mandiri menjual dengan level tertingginya pada Rp14.840 per dolar AS.



Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mengatakan pada pagi ini mata uang kuat di kawasan Asia seperti dolar Hong Kong dan dolar Singapura bergerak melemah terhadap dolar AS itu menjadi sentimen pelemahan rupiah.

"Sebagian besar mata uang di kawasan Asia termasuk rupiah melemah terhadap dolar AS," kata Lana seperti dikutip dari Antara.

Ia memproyeksikan rupiah akan bergerak menuju kisaran Rp14.850 hingga Rp14.950 per dolar AS, namun pergerakan rupiah tetap dalam penjagaan Bank Indonesia.

Ditambahkannya pelemahan rupiah kemungkinan juga karena respons negatif pelaku pasar uang terhadap neraca transaksi berjalan pada kuartal ketiga 2018 yang defisitnya naik menjadi 3,37 persen dari produk domestik bruto(PDB).

Tag: nilai tukar rupiah dolar as rupiah keok

Bagikan: