Dolar AS Akhirnya Lepas Dari Rp15 Ribu

Tim Editor

Ilustrasi rupiah (Pixabay)

Jakarta, era.id - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan akhirnya lepas dari angka Rp15.200. Sejak pagi tadi Rupiah menguat 41 poin menjadi Rp14.939 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Mengutip data perdagangan Reuters, Jumat (2/11/2018) di pasar valuta asing, dolar AS kemudian naik tipis ke Rp15.125. Posisi dolar AS kemudian turun tajam alias melemah ke Rp15.080, Posisi saat ini, dolar AS berada di kisaran Rp15.095.



Secara year to date (ytd), nilai dolar AS masih menguat terhadap rupiah sebesar 12 persen. Sementara harga jual kurs dolar AS di sejumlah bank nasional pagi ini terpantau sudah beranjak turun di bawah Rp15.200.    

Pukul 16.25 Bank BCA menjual dolar AS dengan harga Rp14.9750. Sedangkan Bank Mandiri yang memperjual belikan dolar AS dengan kisaran Rp15.065 sampai Rp15.115.


Data perdagangan di Bank BCA dilihat era.id pada pukul 16.25

Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan penguatan euro yang mampu mengimbangi apresiasi Dolar AS seiring dengan sentimen internal di Uni Eropa cukup memberikan sentimen positif bagi terapresiasinya rupiah.

"Masih adanya sejumlah sentimen positif, selain daripada inflasi juga diharapkan dapat membantu penguatan Rupiah," ujar Reza seperti dikutip Antara.

Laju rupiah sebelumnya mampu mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan tersebut di atas perkiraan sebelumnya. Rilis inflasi Oktober yang berada di angka 0,28 persen (month on month) dianggap masih rendah sehingga memberikan sentimen positif pada rupiah.

Selain itu, sentimen dari disepakatinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dengan defisit fiskal disetujui di bawah 2 persen yang dibarengi dengan penurunan imbal hasil dan adanya peluncuran implementasi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) oleh BI yang diharapkan menahan gejolak rupiah memberikan sentimen positif tambahan pada rupiah.

Dari global, kemajuan yang diperoleh dari perundingan Brexit antara Uni Eropa dan Inggris serta meningkatnya data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Uni Eropa berdampak positif terhadap posisi euro sehingga turut berimbas pada penguatan rupiah. 

Tag: nilai tukar rupiah dolar as

Bagikan: