Hottest Issue Pagi, Kamis 15 November 2018

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Selamat pagi, selamat beraktivitas tim redakasi era.id telah menyajikan sejumlah artikel menarik untuk mengawali pagi anda. Mulai dari kabar perseteruan Via Vallen vs Jerinx sampai perseteruan Demokrat vs Gerindra.

1. Saatnya Koplo Direformasi

Dari dulu, musik koplo memang selalu begitu. Pembajakan, publikasi tak tahu tuan, serta perilaku lain yang melukai nilai luhur penciptaan karya intelektual. Mungkin saja ini bukan semata kesalahan para musisi koplo. 

Barangkali, ini waktu yang paling pas buat musik koplo mereformasi diri. Menjadi industri musik sungguhan yang enggak cuma doyan meng-cover, tapi juga produktif mencipta karya.

Perseteruan antara Jerinx dan Via Vallen adalah titik balik penggugah keresahan ini. Jerinx geram betul pada Via yang dianggap enggak meminta izin untuk membawakan lagu Sunset di Tanah Anarki milik Superman is Dead di sejumlah penampilan off-air. Penampilan Via itu banyak beredar dalam bentuk DVD bajakan. Selain permasalahan izin, Jerinx juga menyebut Via telah merusak 'ruh' dari lagu Sunset di Tanah Anarki.

Baca Juga : Mereformasi Koplo dari 'Cover' Jadi Industri Mencipta
 

2. Demokrat vs Gerindra

Gerindra mempertanyakan keseriusan Partai Demokrat, khususnya Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono untuk memenangkan pilpres. Demokrat meradang dan menuding balik cawapres mereka sendiri, Sandiaga Uno yang tak punya itikad baik.

Demokrat punya alasan ketika Agus Yudhoyono dianggap ingkar janji mengikuti kampanye Prabowo-Sandi. Wasekjen Partai Demokrat Putu Supadma Rudana menilai justru cawapres Sandiaga lah yang terlampau banyak berjanji di depan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Sekjen Partai Gerindra memberikan informasi yang tidak utuh, tendensius dan menyesatkan publik serta berusaha menyeret Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat pada persoalan yang tidak produktif," ujar Putu melalui keterangan tertulis, Rabu (14/11).

Baca Juga : Demokrat ke Sandiaga: Serius Berjuang Mau Menang?

Agus Yudhoyono dan Sandiaga memang pernah bertemu di rumah pribadi SBY di Mega Kuningan Timur, Rabu (12/09) lalu. Kata Putu, bekas Wakil Gubernur DKI itu justru menjanjikan banyak hal hadapan SBY dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.     

3. OSO Menang, KPU Galau

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengundang sejumlah pakar hukum tata negara untuk membahas dan memberi masukan soal putusan Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Pengadilan Tata Usaha Negara soal larangan pengurus partai politik menjadi calon anggota DPD di Pemilu 2019.

Diketahui, putusan MK melarang caleg DPD masih menjadi pengurus parpol pada periode 2019. Namun, MA memutuskan larangan pengurus parpol menjadi caleg DPD baru berlaku pada 2024. 

Ditambah, hari ini PTUN memutuskan untuk mengabulkan gugatan Oesman Sapta Odang untuk masuk kembali dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD 2019 yang sebelumnya telah dicoret. Tindak lanjut KPU pun menjadi hal yang ditunggu, terutama oleh OSO. Namun, saat ini KPU masih belum menerima salinan putusan PTUN secara resmi.

Baca Juga : PTUN Kabulkan Gugatan OSO, KPU Masih Galau



Pakar hukum dari Universitas Andalas Feri Amsari menilai, saat ini KPU dalam kebimbangan. Di satu sisi, KPU harus mematuhi putusan MK, di sisi yg lain keluar pula putusan Mahkamah Agung dan putusan PTUN yang membuka ruang agar calon anggota DPD masih dibolehkan menjadi pengurus parpol.    

4. Suami Artis Naik Lion Air Rusak

Pengusaha sekaligus suami artis Nina Zatulini, Chandra Taupha baru saja mengalami kejadian mendebarkan. Pengalaman itu didapatkan ketika Chandra terbang menggunakan pesawat Lion Air jenis ATR.

Pesawat yang ditumpanginya mengalami kerusakan setelah terbang selama 30 menit. Pesawat dengan tujuan Pomalaa, Kolaka, itu terpaksa kembali ke landasan awal. Chandra pun kecewa karena pihak Lion Air memaksakan pesawatnya terbang dengan kondisi rusak. Seperti apa ceritanya? Simak videonya yuk!



5. Tugas Khusus untuk Ma'ruf Amin

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin terus bergerak untuk mencuri suara di beberapa tempat capres Joko Widodo (Jokowi) pernah dikalahkan oleh Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 yang lalu.

Adapun daerah yang dimaksud tersebut adalah Provinsi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, beberapa titik di Sumatera dan sejumlah wilayah lain yang terdampak isu agama dalam Pilpres 2014 lalu.

Terkait dengan usaha meraup suara di beberapa wilayah itu, kini cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin yang bertugas bergerilya di sana.

“Sekarang kami terus menggenjot (suara) Jabar, Jakarta, Banten dan beberapa daerah di Sumatera,” kata Ma’ruf di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Baca Juga : Ma'ruf Amin dan Tugas Khusus Rebut Hati Ulama


(Ilustrasi/era.id)

Tag: hottest issue

Bagikan: