PAUD yang Jadi 'Anak Tiri' Pendidikan Nasional

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Bandung, era.id - Fakta harus dibuka meski pahit. Begitu juga dengan nasib Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ternyata memang masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui kurangnya perhatian ini. Terutama dari sisi anggaran dan keterlibatan. Jenjang pendidikan PAUD yang didirikan oleh swasta jumlahnya mencapai lebih dari 92.000 PAUD. Sedangkan TK/PAUD yang didirikan pemerintah berdadarkan data tahun 2015 sebanyak 3.138 lembaga. 

"Sampai saat ini pemerintah belum memberikan banyak perhatian, itu bisa dilihat dari penyediaan anggaran dan keterlibatannya," kata Muhadjir Effendy saat membuka Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018 dan Penghargaan terhadap Sosok Pegiatan PAUD di Bandung, Jumat (7/12/2018).

Tapi Muhadjir Effendy berpikir optimistis. Alokasi anggaran pada pendidikan usia dini akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Terutama bagi para guru PAUD yang berperan besar mengantar masa depan anak-anak.

"Sejak tahun 2016 lalu, kami sudah mengalokasi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi guru-guru termasuk guru PAUD. Pada tahun 2018 nilainya sebesar Rp4,1 triliun dan tahun 2019 akan kami tingkatkan jumlahnya agar guru PAUD ikut merasakan manfaatnya," jelas Muhadjir Effendy.

"Kami berterima kasih untuk kerja sama dengan Kementerian Desa, tentunya kami berharap akan semakin memperluas penyelenggaraan PAUD hingga ke pelosok desa termasuk pembiayaannya bisa ditopang dari dana desa," ujarnya.

Muhadjir Effendy bilang, kurangnya perhatian terhadap jenjang pra sekolah ini adalah warisan dari zaman-zaman sebelumnya. Di Era Presiden Soeharto yang menjadi perhatian besar adalah pemberantasan buta huruf (PBH).

"Karena waktu era Pak Harto (Presiden Soeharto), ada kebijakan pemberantasan buta huruf, maka berdiri sekolah inpres, dibangun, sekarang di atas 100 ribu lebih, sementara SD Swasta hanya sekitar 12 ribu," ujarnya.

Mendikbud berjanji secara bertahap akan memberikan perhatian pada pendidikan usia dini. Apalagi investasi pada pendidikan anak usia dini yang merupakan 'usia emas" dipercaya sebagai salah satu investasi strategis bagi sebuah negara.

Melalui Gerakan Nasional PAUD berkualitas, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk melayani 6.783.658 juta anak usia dini. Sampai dengan tahun 2018 angka partisipasi anak usia dini yang terlayani rata-rata nasional mencapai 74,3 persen. Namun masih terdapat kesenjangan angka partisipasif antar daerah, terutama daerah pedesaan, perbatasan, terpencil, dan daerah sulit geografis yang angka partisipasinya masih di bawah rata-rata.

Tiap tahun keikutsertaan anak-anak pada program PAUD meningkat pesat di tingkat Asia dan dunia. Saat ini, Angka Partisipasi Kasar (APK) anak-anak berusia 3-6 tahun pada layanan PAUD di Indonesia tahun 2017 mencapai lebih dari 72,35 persen. Sebagian besar mendapatkan layanan PAUD yang berbasis masyarakat lokal di lebih dari 57.526 desa.
 

Tag: era pendidikan

Bagikan: