Nasib Miris Murid PAUD di Tangerang Belajar di Luar Gara-gara Belum Bayar Iuran RW

| 18 Nov 2021 14:17
Nasib Miris Murid PAUD di Tangerang Belajar di Luar Gara-gara Belum Bayar Iuran RW
Pelajar PAUD Belajar di gazebo karena sekolahnya ditutup RW hanya karena belum bayar iuran (Iqbal/era.id)

ERA.id - Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anyelir di Perumahan Griya Kencana I, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang terpaksa dihentikan.

Sekolah tersebut ditutup oleh ketua RW 04, Maman Abdul Karim lantaran belum membayar iuran sebesar Rp750 ribu.

Alhasil, 25 siswa sekolah yang sedari tadi sudah datang harus belajar di teras luar. Agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini tetap berlangsung para guru mensiasatinya dengan memindahkan aktivitas tersebut di sebuah gazebo tak jauh dari sekolah.

Guru PAUD Anyelir, Aini mengatakan uang Rp750 ribu dibayar setiap bulan per tanggal 2 diperuntukkan kas RW. Namun tersendat karena Pandemi Covid-19 sehingga tidak ada pemasukan.

Dirinya pun menyesali perbuatan yang dilakukan oleh RW tersebut. Seharusnya ada keringanan yang diberikan demi mendukung pendidikan.

"Tapi enggak segitunya dong, ini kan rakyatnya dia (RW) juga seharusnya dibantu bukan dibebani. Ini sekarang kita belajar di gazebo," ujarnya Kamis, (18/11/2021).

Kata Aini, tagihan itu disampaikan RW melalui telepon. Dia pun berharap sekolah itu kembali dibuka.

Pasalnya, yang para guru dicari bukanlah materi. Melainkan demi masa depan anak bangsa dengan pendidikan.

"Memang dari dulu sudah kita tempati bisa digunakan kembali untuk mendidik anak-anak kita, kan enggak nyari materi, di sini kerja sosial," jelasnya.

Aini mengakui kalau tempat yang dijadikan sekolah PAUD itu sebenarnya adalah Posyandu. Namun, sudah mendapatkan izin pemerintah untuk digunakan sebagai PAUD.

"Program ini kan masuk program pemerintah. Ini dulu izinnya lewat pak Wali Kota WH (Wahidin Halim). Sampai beliau jadi gubernur mengizinkan posyandu dipakai kegiatan PAUD," ungkapnya.

"Tapi setelah ada pemilihan RW dia (Maman Abdul Karim), ini sudah enggak mendukung malah sebaliknya," tambah Aini.

Rekomendasi