MRT Targetkan 60 Ribu Penumpang Per Hari, Berapa Tarifnya?

Tim Editor

MRT Jakarta. (Twitter @mrtjakarta)

Jakarta, era.id - Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta atau Ratangga ditargetkan dapat menampung 60 ribu penumpang setiap hari.

"Targetnya 60 ribu itu per hari. Jadi, kita mulai dengan 65 ribu pelan-pelan jadi 135 ribu," ujar William di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (12/12/2018).

William yakin ketika Ratangga beroperasi nanti masyarakat akan antusias menyambut moda transportasi umum tersebut.


MRT Jakarta. (Twitter @mrtjakarta)

"Saya yakin bisa tercapai (jumlah target penumpang), yang terpenting saat ini adalah agar masyarakat merawat dan memulai menggunakan itu. Jadi sekarang kita sosialiasi habis-habisan di berbagai media," tambahnya.

Pihaknya menyebut tiap harinya Ratangga diujicobakan mulai dari Depo Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Wiliam berharap kereta cepat fase I mulai dapat beroperasi pada pertengahan Maret 2019, sementara fase 2 tengah direncanakan akhir Desember 2018 atau awal Januari 2019 untuk peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menuju ke kota.

Tarif sekitar Rp8.500 atau Rp10 Ribu

Kisaran tarif Ratangga diperkirakan Rp8.500 atau Rp10 ribu yang ditargetkan fase 1 beroperasi pada Maret 2019.

"Jadi Rp8.500 itu rata-rata 10 km, dia hanya naik stasiun dia bayar Rp2.200, naik dua stasiun bayarnya Rp1.500 tambah Rp1.400 jadi Rp2.900 kira-kira begitu," ujar William.

Hitungan tarif didapatkan dengan cara tarif per kilometer kali jarak tempuh, dengan tarif per kilometer dikenakan Rp1.500.

William menjelaskan kisaran tarif tersebut berdasarkan survei dengan 10 ribu responden melalui berbagai media angka yang kemudian disetujui masyarakat. Namun, keputusan tarif MRT belum diputuskan oleh pemerintah.


Fitur layanan ramah disabilitas MRT. (Twitter @mrtjakarta)

MRT Jakarta juga merencanakan adanya integrasi tiket mengingat MRT merupakan bagian dari moda transportasi umum terintegrasi Jak Lingko.

"Prinsipnya begini, bukan persoalan kita punya kartu sendiri atau kartu orang lain, tapi persoalannya apakah kartu ini bisa digunakan untuk transportasi publik, misalnya kartu Transjakarta bisa dipake MRT kan enggak ada masalah, demikian sebaliknya. Nanti akan kita urus ya," tukas William.

Sementara itu, akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan rencana tarif MRT tersebut sudah ideal karena bersubdisi. "Kalau tidak bersubsidi, bisa kena Rp35 ribu hingga Rp40 ribu," kata Djoko.

Dengan harga tiket yang cukup mahal dibandingkan kereta rel listrik (KRL), karena KRL merupakan kereta lama dari segi infrastruktur.

Kajian studi tarif, lanjut Djoko, harus disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan masyarakat. MRT Jakarta fase 1 ditargetkan beroperasi Maret 2019 dengan rencana jam operasi dari pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.
 

Tag: mrt jakarta

Bagikan: