PLN Upayakan Jaringan Listrik di Anyer Bisa Pulih

Tim Editor

Suasana pasca tsunami di pantai Selat Sunda. (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya untuk memulihkan jaringan listrik pasca terdampak tsunami di wilayah Pantai Selat Sunda dan sekitarnya. Sejumlah tiang listrik putus karena tertimpa pepohonan yang tumbang akibat sapuan tsunami.

"Terkait kondisi kelistrikan pasca bencana, saat ini PLN sedang melakukan proses penormalan listrik dengan melakukan perbaikan gardu serta investigasi jaringan," kata EVP Corporate Communication PLN, I Made Suprateka, dalam keterangannya, Minggu (23/12).

Saat ini PLN sudah mengirimkan teknisi dan bantuan ke lokasi terdampak bencana. Menurut data sementara PLN, terdapat 146 gardu yang sudah berhasil dinyalakan kembali. 

"Sementara gardu yang masih padam yakni 102 gardu. Selain itu terdapat 20 tiang SUTM Roboh akibat diterjang tsunami," ujar Made.


Suasana pasca tsunami di pantai Selat Sunda. (Foto: Istimewa)

14 Pegawai PLN Ikut Jadi Korban Tsunami

Sebanyak 260 karyawan PLN turut menjadi korban tsunami di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12) malam. Mereka diketahui merupakan karyawan PLN dari unit Induk Transmisi, Jawa Bagian Barat yang sedang mengikuti acara family gathering di Tanjung Lesung, Banten. 

"Laporan dari posko kami, tercatat korban selamat 157 (termasuk luka berat), 14 meninggal dunia terdiri atas pegawai PLN, keluarga pegawai dan anak-anak, dan sebanyak 89 orang belum ditemukan/belum bisa dihubungi," kata Made seperti dikutip dari Antara.

PLN terus melakukan upaya evakuasi di lokasi bencana dengan mengirimkan 36 ambulance. "Kami masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban, kami mohon doanya agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat," lanjut Made.

Berdasarkan data terkini dari BNPB, Tsunami yang terjadi Banten dan Lampung menyebabkan 584 Orang luka, 430 rumah rusak, dan 2 orang hilang. Secara rinci ada 43 korban meninggal dunia dari peristiwa itu.

Sementara itu, di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang. 

Tag: pln tsunami selat sunda

Bagikan: