Negeri Berproses, Kerjamu Cuma Protes? Mending jadi Ajudan Pribadi!

Tim Editor

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Instagram/@ridwankamil)

Jakarta, era.id - Seorang gadis berdiri di tepi pintu commuter line. Rambut bobnya menutupi sepasang headset yang barangkali sedang memutar lagu Here Comes The Sun milik The Beatles, sebab samar-samar terdengar nada siulannya. Gaya keren dan selera musiknya bukan satu-satunya yang menarik, melainkan kaosnya yang betulis: Negeri Ini Sedang Berproses, dan Kerjamu Cuma Protes?

Keresahannya bisa tertangkap. Bahwa sedikit banyak, ia menaruh perhatian pada kemajuan bangsa, serta bagaimana peran kebanyakan masyarakat Indonesia yang hari ini memang nampak lebih banyak nyinyir dan nyolot soal ini itu ketimbang mengambil peranan dalam pembangunan bangsa.

Keresahan yang sama yang kami tangkap dari pengumuman yang diposting Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Emil di akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu. Di akun @ridwankamil, Emil mengajak anak-anak muda berusia setara SMA dan lulusan S1 untuk menjadi AJUDAN GUBERNUR. Sebuah posisi yang disiapkan Emil untuk anak-anak muda yang ingin berkontribusi nyata dalam pembangunan negeri, Provinsi Jawa Barat khususnya.

Dalam caption, Emil menyebut pengumuman tersebut sebagai bagian dari program kepemimpinan dan wawasan pembangunan yang diperuntukkan bagi kaum milenial. Lewat program itu, Emil akan memberi posisi magang kepada para milenial yang terpilih. Posisi tersebut akan digilir kemudian setiap satu pekan.

Tujuannya, Emil ingin para pemuda terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan yang dilakukan dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat, lewat rapat-rapat, interaksi dengan masyarakat, hingga menyusun sejumlah kampanye dan penyusunan program.
 

Instagram/ridwankamil


"Menempel dan berinteraksi dengan saya selama 1 minggu. Belajar melihat langsung bagaimana keputusan diambil, ikut rapat, ikut interaksi dengan masyarakat, menyiapkan komunikasi dll. _ SELEKSI dan persyaratan akan dilakukan pertengahan Januari 2019. Terbuka untuk semua milenial se Indonesia usia SMA-Mahasiswa S1," tulis Emil, dikutip Rabu (2/1/2019).

Dikonfirmasi Kompas.com, Emil menuturkan keresahannya. Benar saja, Emil bilang, program ini adalah ikhtiarnya untuk menghapus sifat tong kosong berbunyi nyaring yang ada di tengah masyarakat, terutama kaum muda.

"Jadi saya melihat milenial ini harus naik kelas. Melihat bagaimana keputusan ini diambil, jadi jangan hanya ngomen bari enggak ngerti. Ya sudah saya bilang milenial harus belajar kepemimpinan. Lihat lebih dekat, langsung, pemimpin mengambil keputusan. Apakah gampang, susah, berdinamika, gimana caranya ya jadi ajudan," tutur Emil.

Menariknya, Emil mengatakan bahwa program ini terbuka bagi seluruh anak muda di Indonesia, enggak cuma mereka yang berdomisili di Jawa Barat saja. Kalau kamu-kamu tertarik, kamu bisa mendaftar pada pertengahan Januari ini. Soal honor, saat ini Pemprov Jawa Barat masih membahas teknis pembayaran honornya. Dan buat kamu yang bukan warga Jawa Barat, Pemprov Jawa Barat akan siapkan tempat tinggal di Gedung Pakuan yang merupakan rumah dinas gubernur.

"Pertengahan Januari diseleksi dari seluruh Indonesia silakan. Masalah kepemimpinan mah lintas wilayah. (Untuk honor) Sedang dibahas teknisnya, kalau dia tidak tinggal di Bandung nginepnya di Pakuan. Intinya itu program kepemimpinan yang konkret," jelasnya.

Siapa berminat?

Tag: ridwan kamil

Bagikan: