Jokowi Takut Copot Airlangga?

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Presiden Jokowi (setneg.go.id)

Jakarta, era.id – Beberapa hari sebelum mengumumkan kabinet kerja, Presiden Joko Widodo menyatakan menterinya tidak boleh rangkap jabatan, Oktober 2014. Komitmen itu selalu ditagih, hingga kini Jokowi memiliki Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, yang rangkap jabatan Ketua Umum Partai Golkar.

Sebelum Airlangga, Puan Maharani langsung nonaktif sebagai Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan karena menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Tengok juga Wiranto, rela melepas jabatan Ketua Umum Partai Hanura setelah ditunjuk Jokowi menjadi Menkopolhukam.

Nah, kenapa Airlangga masih rangkap jabatan?

Pakar hukum tata negara, Refly Harun, mengatakan Airlangga tidak melanggar aturan apapun saat merangkap jabatan menteri dengan memimpin partai politik. Tapi dari sisi etika, sudah sepatutnya tunduk pada komitmen Jokowi yang tidak ingin menterinya mendua.

“Dari segi administrasi bisa terjadi conflict of interest,” kata Refly, kepada era.id, Kamis (28/12/2017).

Dari sisi politik, kata Refly, Presiden Jokowi bisa saja mempertahankan Airlangga sebagai menteri. Alasannya untuk menjaga Golkar dalam genggaman pada Pemilu 2019. Memberhentikan Airlangga, kata Refly, akan memunculkan kekuatan di tubuh Golkar yang tidak menguntungkan Jokowi secara politik.

“Apa yang mau dicapai Jokowi, kalau Jokowi berharap dukungan Golkar pasti akan mempertahankan (Airlangga),” ujarnya.

Dikontak terpisah, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai Jokowi dalam posisi sulit karena pencopotan Airlangga akan berdampak pada soliditas dukungan Golkar. Di sisi lain, kata Adi, Jokowi perlu dukungan Golkar untuk mengurangi ketergantungan pada PDI Perjuangan.

"Jokowi sepertinya dilema. Mencopot Airlangga dalam kondisi politik seperti sekarang ini efeknya bisa menimbulkan instabilitas soliditas internal koalisi," ujarnya.


 

Tag: golkar jokowi airlangga hartarto rangkap jabatan

Bagikan: