Kata Kubu Jokowi, Visi-Misi Prabowo Menjiplak 

| 11 Jan 2019 12:56
Kata Kubu Jokowi, Visi-Misi Prabowo Menjiplak 
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin TB Ace Hasan Syadzily. (Wardhany/era.id)
Jakarta, era.id - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin TB Ace Hasan Syadzily menyebut, perombakan visi-misi yang dilakukan oleh paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena menjiplak visi-misi Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Banyak agenda aksi baru yang menjiplak visi-misi paslon 01 dan menawarkan agenda aksi yang sudah dijalankan Pak Jokowi," kata Ace Hasan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/1/2019).

"Misalnya, mengubah 'Paradigma Sehat' menjadi 'Gerakan Masyarakat Hidup Sehat' yang mana program ini sudah dijalankan Jokowi dalam 4 tahun terakhir dan termuat dalam visi-misi paslon 01," imbuhnya.

Tak hanya itu, politikus Partai Golkar itu juga menyebut banyak program yang ditawarkan secara bombastis akhirnya dihapus, misalnya, terkait outsourcing, mencegah defisit BPJS, menghapus memastikan ketersedian obat di fasilitas pelayanan kesehatan, baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas.

"Ini artinya paslon 02 menarik janji-janjinya yang bombastis. Karena mereka juga tidak siap dengan gagasan yang ditawarkan," ungkap Ace.

Baca Juga : 45 Lembar Tambahan Revisi Visi-Misi Prabowo-Sandi

Sehingga menurut anggota DPR RI Fraksi Golkar ini, perombakan visi-misi yang dilakukan oleh tim pemenangan Prabowo-Sandiaga bukan hanya untuk membuat visi-misi itu lebih mudah dipahami. Melainkan, perombakan itu justru karena mereka ingin menjiplak visi dan misi calon petahana.

"Jadi salah besar narasi yg dibangun oleh timses paslon 02 bahwa mereka hanya memoles gincu estetika dan sekedar revisi. Yang mereka lakukan adalah merombak total visi-misi lama dengan cara menjiplak," jelasnya.

Ace juga menilai, visi-misi yang orisinal sangatlah penting. Sebab, keaslian kepemimpinan seseorang terlihat dalam paparan tersebut.

"Visi-misi harus jadi niat awal. Jangan jadikan visi-misi semata rangkaian kata dan kalimat yang disusun atau dirombak dengan mudah hanya sebagai taktik memenangkan pemilu," ujarnya.

Rekomendasi