Selamat Datang Tahun Politik

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Selamat Tahun Baru 2018 (era.id)

Jakarta, era.id - Semarak tahun baru digelar di banyak wilayah nusantara ini. Langit Indonesia malam tadi bertamburan kembang api. Menjadi penanda dimulainya tahun politik.

Demokrasi negeri ini akan mendapat ujian hebat, sebagai pemanas sebelum masuk pemilihan presiden 2019. 171 wilayah akan menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak. Yup, 171 bukan angka yang sedikit pastinya.

Pilkada DKI lalu yang penuh drama, pastilah menjadi barometer. Getarannya terasa hingga ke pelosok negeri. Tentu euforia yang diharapkan bukan soal tensi tingginya semata. Tapi partisipasi politik dari warga, khususnya anak era now.

Rp15 triliun lebih sudah disiapkan sebagai ongkos hajatan ini. Bukan angka yang sedikit untuk memilih 342 orang. Dan bakal terasa mubazir seandainya kepala daerah yang menang, malah tidak ciamik kinerjanya.


Jadi yang terutama, para parpol pengusung juga jangan asal comot kandidat dong. Elektabilitas dan popularitas tentu perlu, tanpa cek juga, apa mereka pilihan yang tepat.

"Warning keras bukan kepada pemilihnya saja, melainkan peserta pilkada tahun politik," kata peneliti politik LIPI, Siti Zuhro kepada era.id, Senin (1/1/2018).

Bawaslu saatnya juga menunjukkan taringnya sebagai pengawas pemilu. Termasuk Polri sebagai eksekutor jika ada ditemukan pidana dalam pelanggaran pemilu. Dan yang tidak kalah penting, birokrasi janganlah ikut bermain dalam politik ini.

"Apalagi kalau incumbent nyalon itu makin rapat barisannya, jadi timses. Itu tidak boleh, siapa pun yang jadi kepala daerah, birokrasi itu melayani daerah," lanjutnya.

Dan di sini pentingnya peran dari kaum milineal. Mereka, ya kamu, harus bisa menjadi pengingat pentingnya sebuah integritas dan kredibilitas. "Mereka harus menjadi creator dengan inovasinya," tutup Siti.

Tag: pilpres 2019 pilkada 2018

Bagikan: