Hasil Pertemuan Wantim MUI dengan Pemimpin Ormas Islam

| 30 Jan 2019 18:46
Hasil Pertemuan Wantim MUI dengan Pemimpin Ormas Islam
Pertemuan Wantim MUI dengan pemimpin ormas Islam. (Wardhany/era.id)
Jakarta, era.id - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat pleno untuk membahas keadaan umat Islam menghadapi Pemilu 2019. Adapun peserta rapat yang hadir berasal dari pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam seluruh Indonesia.

Meski ada perdebatan dalam rapat pleno, tapi semua pandangan terkait eksistensi bangsa dan negara dalam Islam dan umatnya tetap diputuskan oleh Dewan Pertimbangan MUI. Usai rapat, Wakil Ketua Dewan pertimbangan MUI Didin Hafidhuddin mengatakan ada 8 kesimpulan yang dihasilkan dari rapat pleno ke-34 yang dihadiri oleh pimpinan ormas tersebut. 

Keputusan pertama Dewan pertimbangan (Wantim) MUI merasa prihatin luar biasa terhadap kondisi kebangsaan dan keumatan yang cenderung terlihat ada fenomena dan gejala perpecahan.

"Kita harapkan dan kita berharap betul bahwa perselisihan perpecahan tidak menyebakan pertentangan, yang akan menyebabkan kelemahan dari umat dan bangsa," ujar Didin dalam jumpa pers di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat Rabu (30/1/2019).

Sehingga, Didin bilang, Wantim MUI menyerukan pada bangsa dan pimpinan serta para tokoh untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan. 

"Karena yang namanya pilpres adalah merupakan alat, sarana tidak boleh alat dan sarana itu kemudian untuk mengakibatkan kehancuran dari kita sebagai sebuah bangsa. Pillres adalah alat untuk membuat bangsa ini beradab, berkeadaban didalam memimpin, mencari pemimpin terbaik," ungkap dia.

Didin melanjutkan, umat Islam juga diharap terus menguatkan persatuan dan kesatuan meski ada perbedaan pilihan. Sebab, perbedaan pilihan tak boleh merusak ukhuwah Islamiyah

"Ukhuwah islamiyah adalah sebuah sebuah keniscayaan sekaligus sebuah kebutuhan dan sebuah keharusan tidak boleh terganggu hanya karena pesta demokrasi yang diselengarakan 5 tahun sekali," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Wantim MUI juga menyerukan kepada para ulama, zuama untuk tidak mengumbar pernyataan mengundang konflik dan pertentangan. 

"Pernyataan-pernyataan yang saking semangatnya mengajak kepada kelompoknya, kepada golongannya, kepada paslonnya dengan pernyataan-pernyataan yang irasional dan pernyataan-pernyataan yang menyebabkan terjadinya masalah di kemudian dengan tanggapan-tanggapan yang beragam," jelas dia.

Tak hanya itu, Wantim MUI menepatkan MUI sebagai rumah besar bersama, rumah besar umat dari manapun dari berbagai macam kelompok manapun dan menjadi teman penguasa namun tetap menjadi bagian amar ma'ruf nahi munkar  terhadap kondisi yang ada.

Selanjutnya, Wantim MUI juga mempersilakan umat Islam memiliki literasi di bidang politik untuk dapat menentukan pilihan yang terbaik berdasarkan literasi politiknya. Mereka juga berharap hal ini bisa jadi pegangan umat dalam memilih siapa pun calon mereka di Pilpres. Apalagi, dalam hadis nabi juga ada panduan soal pilihan pemimpin bagi umat.

"Yang menjadi pegangan dari memilih pilpres ini adalah sebuah hadis nabi yang menyatakan barang siapa yang tidak punya kepedulian kepada persoalan persoalan umat islam maka mereka bukan dari kaum muslimin. Jadi kita berharap umat memilih dengan cerdas bahwa kepentingan umat di atas segala-segalanya," tegas Didin.

Dalam Pemilu 2019, Wantim MUI juga berharap pemangku amanah dapat netral dan berkeadilan. Sehingga pesta demokrasi dapat berjalan dengan baik, lancar, aman dan tertib.

"Sebagai wasit dan penyelenggara tidak boleh menjadi lemain karena itu dirasakan ketidakadilan yang luar biasa demikian juga kepada lembaga hukum dan Polri untuk terus menjaga kutuhan bangsa untuk terus mejaga keutuhan bangsa kemanan dengan sebaik- baiknya juga bersifat adil bersifat netral kemudian tidak berpihak kepada pihak manapun juga," ucapnya.

Lalu kesimpulan terkahir, menurut Wantim MUI, umat Islam memiliki kekuatan yang sangat dahsyat yakni doa. Ia berharap, doa ini kemudian dapat melahirkan pemimpin yang cerdas, jujur, dan mampu membawa kemashlatan bagi dunia dan akhirat.

Tags : pemilu 2019
Rekomendasi