Sekolah Roboh di Dekat Kantor Pemkab Bekasi

Tim Editor

Sekolah SDN 01 Cicau yang roboh (Jamaludin)

Jakarta, era.id - Di daerah Sukamahi, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi berdiri kokoh.  Lima kilometer dari tempat sang bupati berkantor, SDN 01 Cicau hampir roboh. Kondisi itu memaksa para murid mencari tempat belajar mengajar lain. Gelanggang olah raga di area Kantor Desa Cicau jadi ruang belajar para murid.

Setidaknya, ada 123 murid SDN 01 Cicau yang harus rela menjalani proses belajar di luar kelas mereka. Boro-boro membayangkan ruang kelas yang aman dan nyaman. Hanya ada alas dan meja belajar lipat yang jadi sarana pendukung proses menuntut ilmu mereka. Tapi, mau bagaimana lagi. Sekolah mereka rusak parah.

Kepada era.id, para murid mengaku tak dapat menjalani proses belajar mengajar dengan tenang. Suara bising dan kegerahan setia menyelimuti proses menuntut ilmu mereka. Kepala SDN 01 Cicau, Endah Sulyana mengatakan, proses belajar mengajar ini mau tidak mau harus dijalani para murid lantaran atap ruang kelas mereka yang ambruk.


Situasi belajar mengajar di kelas darurat (Jamaludin)


Endah bilang, atap yang roboh itu terjadi di ruang kelas IV dan V. Atap kelas tersebut roboh pada Sabtu (2/2) akibat hujan deras. Kata Endah, satu hari sebelum roboh, atap tersebut sudah terlihat miring. Dan sejak itu, ia menginstruksikan para siswa untuk tidak beraktivitas di ruang tersebut.

"Hari Sabtu (2/2) itu robohnya malam karena hujan deras. Malam itu anginnya kencang. Untungnya malam. Kalau siang, bahaya. Hari Jumatnya memang sudah terlihat miring," ucap Endah, Kamis (7/2/2019).

"Saat roboh saya langsung lapor ke Pak Camat dan dinas pendidikan (Kabupaten Bekasi). Akhirnya dipakailah GOR ini. Untung ada GOR dan dekat, coba enggak ada (GOR), mungkin bangun tenda kali."


Respons lamban pemerintah setempat

Kerusakan ruang kelas di SDN 01 Cicau (Jamaludin)


Meski sudah dilaporkan, hingga berita ini ditulis, belum ada utusan dari pemerintah setempat yang melakukan pengecekan. 

"Saya sudah laporan tapi mereka belum cek, tapi mereka sudah tahu soal insiden ini. Dalam waktu dekat kita akan musyawarah soal solusi kejadian ini," tuturnya.

Berdasar pantauan, kondisi sekolah tersebut terlihat sangat memprihatinkan. Terlihat kondisi atap yang sering bocor saat hujan terjadi hingga kondisi tembok yang terlihat rapuh.

Tak hanya itu, ruangan yang ada di SDN 01 Cicau tak cukup untuk menampung banyaknya siswa-siswi. Untuk mencukupi ruangan, pihak sekolah mengorbankan ruang guru untuk dijadikan ruang kelas.

Ironisnya sih itu tadi. Sekolah ini berjarak tak jauh dari Kantor Pemkab Bekasi. Saat dihubungi, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Hery Herlangga mengatakan, pihaknya akan segera melakukan renovasi dua ruang kelas SDN 01 Cicau yang rusak. Renovasi sementara, katanya.

"Saat ini sudah diusulkan untuk perbaikan yang roboh itu. Dan direnovasi untuk sementara waktu. Yang penting direnovasi dahulu. Secepatnya dan setelah itu kita bersihkan dahulu, karena itu kan butuh dilihat dahulu dan dilaporkan," kata Hery.
 

Tag: riwayat pendidikan tri mumpuni

Bagikan: