Dikritik soal Infrastruktur, PDIP Samakan Jokowi dengan Soekarno

| 22 Feb 2019 18:17
Dikritik soal Infrastruktur, PDIP Samakan Jokowi dengan Soekarno
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Wardhany/era.id)
Jakarta, era.id - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Presiden Joko Widodo memiliki kesamaan dengan Presiden pertama RI Soekarno. 

Kata dia, saat Soekarno membangun infrastruktur tak sedikit pula pihak yang mengkritik kebijakannya. Hal ini tak jauh berbeda dengan yang terjadi pada Jokowi, sebagai calon petahana, yang sering dikritik oleh kubu paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

"Kritikan paslon 02 tersebut identik dengan kritik yang diberikan ke Bung Karno saat itu. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa dalam hal visi, Pak Jokowi-Kiai Haji Ma'ruf Amin jauh lebih visioner dibandingkan Pak Prabowo-Sandi," kata Hasto di sela-sela safari politik, Jumat (22/2/2019).

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu kemudian menyinggung soal pembangunan Masjid Istiqlal. Kata Hasto, masjid yang kini berusia 41 tahun itu, kini boleh membuat Indonesia berbangga hati. 

Soalnya, masjid yang dibangun oleh Frederich Silaban yang merupakan seorang penganut agama Kristen ternyata kini menjadi masjid terbesar ketiga di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara.

Padahal, saat pembangunan masjid di atas Taman Wilhemina itu, Soekarno juga sempat dikritik. Taman Wilhemina adalah salah satu taman yang dibangun pemerintah Belanda pada abad ke-19. Pada masa kolonial itu, Taman Wilhemina menjadi taman terluas di Batavia dan termodern di Asia.

Kembali ke Masjid Istiqlal, Hasto bilang, Istiqlal itu berarti Merdeka. Menurut dia, pembangunan di atas Taman Wilhemina itu sebagai simbol kemenangan Indonesia atas penjajahan dan kolonialisme. 

"Dalam dialognya dengan Bung Karno dan para ulama saat itu ketika mendesain masjid tersebut, Silaban mampu menjabarkan seluruh pemikiran, harapan, dan suasana kebatinan para ulama, yang mendambakan hadirnya Masjid terbesar tersebut sebagai bagian dari pembumian Pancasila," ungkapnya.

Hasto menambahkan, Indonesia bangga punya Masjid Istiqlal. Apalagi, keanekaragaman itu sebenarnya juga terpancar dari lokasi Masjid Istiqlal yang bersebelahan dengan Gereja Katedral. Dia juga berharap, kehidupan beragama di Indonesia bisa semakin cerah, penuh akhlak mulia, aman, damai, dan rukun antar sesama umat.

Rekomendasi