Demo Sudah Jadi Jalan Hidup Bagi Eggi Sudjana

Tim Editor

Eggi Sudjana (Ilustrasi Ilham/era.id)

Jakarta, era.id - Peristiwa 'people power' pada 9-10 Mei di Bawaslu berbuntut panjang buat Eggi Sudjana. Hadir sebagai salah satu inisiator --bareng Kivlan Zein--, Eggi ditetapkan jadi tersangka kasus makar. Malah setelah diperiksa, dia langsung ditangkap penyidik Keamanan Negara pada Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya.

Nama Eggi tak bisa dilepaskan dari berbagai gerakan aksi massa di negeri ini. Bahkan dalam perjuangan reformasi, namanya terkenal, terutama di lingkup para aktivis. Eggi dan beberapa yang lain, sebut saja Budiman Sudjatmiko, Desmond Junaidi hingga Adian Napitupulu, jadi bagian dari motor gerakan reformasi yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto.

Momen 'masa muda' Eggi itu sempat diungkit lagi oleh Adian Napitupulu kala disandingkan dalam debat di Mata Najwa (1/5) pada episode Laga Usai Pilpres. Adian mengingatkan kalau dia dan Eggi pernah berjuang bersama menumbangkan Orde Baru.

"Dulu dia (Eggi) menyembunyikan teman-teman (aktivis 98) kita yang mau ditangkap, betul tidak?" tanya Adian. 

"Betul, aku bantuin kau malah," dijawab Eggi.

Bukan hanya itu, Eggi juga mengakui kalau dia dan Adian pernah juga melakukan aksi untuk melawan rezim pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. 

"Saya bersama-sama bang Eggi ini, melawan SBY selama 10 tahun," kata Adian.

Hampir di setiap zaman, Eggi tidak pernah alpa dalam urusan demo. Pada era pemerintahan Gus Dur,  nama Eggi bahkan juga disebut-sebut sebagai salah satu orang yang ikut menggerakan massa menggoyang pemerintah.


Grafis Eggi Sudjana (Ilustrasi Ilham/era.id)

Tuntutan mundur Presiden Gus Dur makin masif pada sekitar pertengahan 2001. Tengoklah saat Badan Eksekutif Mahasiswa menggelar pertemuan di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Seperti dilansir liputan6.com, pertemuan yang dihadiri BEM se-Bogor, Jakarta, dan Irianjaya itu mencapai kata sepakat, Presiden Gus Dur harus mundur.

Pertemuan itu dihadiri juga sejumlah tokoh, mulai dari Ketua Partai Uni Demokrasi Sri Bintang Pamungkas hingga Eggi Sudjana yang kala itu menjadi Ketua Umum Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia yang tak lain adalah Eggi Sudjana.

Dan sekali lagi, di pemerintahan Jokowi, Eggi kembali bergerilya di jalanan. Namun sasaran tembaknya bukan lagi seorang presiden. Tapi sistem pemilu yang dinilainya sudah teramat sangat curang. Eggi menyatakan tak lagi percaya dengan segala tahapan pemilu dan mendorong adanya people power.

"...kalau people power itu terjadi, kita tidak perlu lagi mengikuti konteks tahapan-tahapan, karena ini udah kedaulatan rakyat. Bahkan mungkin ini cara dari Allah untuk mempercepat Prabowo dilantik. Tidak harus menunggu 20 Oktober. Inilah kekuatan people power..." pekik Eggi dalam orasinya di depan rumah Prabowo Subianto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4) lalu. Dua pekan setelah orasi itu, Eggi membuktikan soal 'people power'. Bawaslu jadi lokasinya.

Tag: pemilu 2019

Bagikan: