Ketum Hanura Singgung Wiranto di Balik Kekalahan Partainya

Tim Editor

Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (Wardhany/era.id)

Jakarta, era.id - Ketua DPD Oesman Sapta Odang mengadakan kegiatan buka puasa bersama di hari ke-10 bulan Ramadan. Buka puasa ini juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta para menterinya di Kabinet Kerja. 

Dalam sambutannya, Oesman Sapta Odang sempat menyampaikan apresiasinya kepada Jokowi, sebab setiap kali dirinya mengadakan kegiatan buka bersama, mantan Gubernur DKI Jakarta itu selalu hadir.

Enggak cuma mengapresiasi kunjungan Kepala Negara, OSO yang juga Ketua Umum Partai Hanura sempat menyinggung soal kekalahan partainya. 

"Biar Hanura kalah tapi Presidennya menang. Jadi kalau ditanya kenapa Hanura kalah? Ya, tanya Wiranto jangan tanya saya. Orang yang bikin kalah dia kok," kata Oesman di kediamannya, Jalan Karang Asem, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Dia tak menjelaskan lebih lanjut soal pernyataannya itu, sebab yang terpenting capres petahana yang diusung oleh Partai Hanura memenangkan Pilpres 2019. Bahkan secara tegas di hadapan Jokowi, OSO menyatakan semua DPD Hanura telah memilih Jokowi-Ma'ruf Amin di pilpres.

"Jadi, Pak, semua DPD seluruh Indonesia itu 100 persen mendukung 01," tegas dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto telah menjawab tudingan ini. Menko Polhukam di Kabinet Kerja ini mengatakan, gagalnya partai yang dibangunnya itu menembus parlemen untuk periode 2019-2024, bukan kesalahan siapa pun. Ia meminta agar pengurus partai tak saling menyalahkan.

"Dua kali Partai Hanura lolos pemilu, ya syukuri. Kalau sekarang tidak lolos kita introspeksi, tidak perlu salah menyalahkan, apalagi menyalahkan saya," kata Wiranto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Supaya kalian tahu, dalam hasil real count hingga hari ini, Rabu (15/5) tercatat Partai Hanura hanya meraih suara sebesar 1,71 persen. Dari hasil raihan suara tersebut, bisa dipastikan Hanura gagal melenggang ke Senayan. 

Raihan ini jauh di bawah ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen dan membuat tren Hanura yang selalu lolos dalam Pemilu 2009 dan 2014 akhirnya terputus.

Tag: hanura oesman sapta odang wiranto

Bagikan: