Kedubes Asing Keluarkan Peringatan Keamanan di Jakarta

Tim Editor

Ilustrasi Security Alert dari Kedubes Amerika Serikat (usembassyJkt)

Jakarta, era.id - Sejumlah kedutaan besar negara sahabat di Indonesia mengeluarkan security alert atau imbauan waspada kepada warga negaranya. Peringatan keamanan ini dikeluarkan supaya mereka menghindari tempat-tempat kerumunan massa terkait aksi unjuk rasa penolakan hasil Pemilu 2019 di Jakarta.

Kedubes Amerika Serikat (AS), lewat situs resminya id.usembassy.gov, menyampaikan aksi demonstrasi terkait hasil pemilu yang dimulai pada 21 Mei malam diprediksi akan berlanjut hingga hari ini. Mereka mengimbau warganya mengindari lokasi-lokasi yang menjadi titik pusat aksi demonstrasi dan meminta warganya berhati-hati jika berada di kerumunan massa.
 

Selanjutnya, pihak Kedubes AS juga meminta agar warganya mengunduh Smart Traveler Enrollment Program (STEP) untuk mendapat info keamanan lebih lanjut.

Selain Kedubes Amerika, sejumlah perwakilan negara lainnya seperi Prancis, Australia dan Belanda juga mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi aksi unjuk rasa. Tempat-tempat tersebut antara lain KPU dan Bawaslu di Jakarta Pusat. 

Mereka khawatir akan warganya terjebak dalam peristiwa yang tidak diinginkan seperti ancaman terorisme atau kerusuhan massa dari aksi demonstrasi tersebut.



Jika Kedubes Amerika dan Prancis melarang warganya untuk menghindari lokasi-lokasi kerumunan massa. Pihak Kerajaan Belanda justru mengimbau agar warganya tidak datang berkunjung ke Indonesia, terutama Jakarta pada hari ini. 

"Hasil pemilihan presiden Indonesia akan diumumkan pada hari Rabu 22 Mei 2019. Menjelang dan sekitar hari itu, ada risiko kerusuhan, terutama di kota-kota besar di Indonesia," tulis Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dalam situs resminya.

Hal serupa juga dikeluarkan Kedubes Australia kepada warga negaranya yang sedang berlibur di Indonesia. Mereka memberikan peringatan agar selalu waspada dan memperhatikan arahan pihak kedubes terkait kemungkinan aksi-aksi teror di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia
 
Adapun sejak kemarin Selasa (21/5) malam, sejumlah aksi massa digelar di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka menolak hasil rekapitulasi suara nasional terkait Pemilu dan Pilpres 2019.  Aksi unjuk rasa yang digelar berlangsung hingga malam hari, membuat Jalan Sudirman-Thamrin harus dialihkan oleh pihak kepolisian.


Grafis Ilham/era.id
 

Tag: demo di bawaslu

Bagikan: