Suka Duka Puasa Ramadan di Luar Negeri

Tim Editor

Salah satu sudut kota di Jerman Selatan. (Foto: Dok. Pribadi)

Jakarta, era.id - Waktu menunjukkan pukul 20.30 waktu Jerman. Sonia Eveliana, pelajar asal Indonesia tampak sibuk menyiapkan makanan berbuka puasa seadanya. Tahun ini Sonia dipastikan berbuka tanpa gorengan dan kolak buatan ibunya.

Sonia adalah mahasiswa Jurusan Bisnis dan Pariwisata di HTWG Konstanz, Jerman. Ia menempuh pendidikan empat semester di kampus yang terletak di Jerman Selatan. Lolos tes program dwigelar dari salah satu kampus negeri di Jakarta, mengharuskan Sonia tinggal di sana sejak September 2017 hingga Agustus 2019.

Puasa di sana memang menjadi tantangan berat bagi Sonia. Bagaimana tidak, ia harus berpuasa selama 18 jam. Artinya, puasa di sana lebih lama empat jam dari Indonesia yang hanya 14 jam. 

"Puasa 18 jam di Jerman itu berat. Karena terbiasa buka puasa di Indonesia sekitar jam 6 sore. Di Jerman, ketika sudah jam 6, saya suka menggumam 'yah, masih 3 jam lagi'," tutur Sonia kepada era.id, Minggu (26/5/2019).

Saat imsak pun begitu. Biasanya di Indonesia, imsak pukul 04.20 WIB. Di Jerman, pukul 2.30 sudah harus buru-buru selesaikan makan sahur. 

Ditambah, saat ini Jerman sedang mengalami musim panas. Itu artinya, matahari bersinar lebih lama dibanding musim gugur atau musim dingin. 


Sonia berpose di salah satu sudut kota di Jerman. (Foto: Dok. Pribadi)

Untungnya Sonia memiliki aktivitas yang cukup padat. Dari pagi hingga sore ia kuliah dan mengerjakan tugas-tugas esai, serta malamnya bekerja paruh waktu sebagai pramusaji di sebuah kafe. 

"Di sini perkuliahannya sangat menuntut kita untuk mandiri, banyak sekali tugas menulis esai dan presentasi yang sumbernya harus kita cari sendiri. Karena itu, saya banyak menghabiskan waktu di perpustakaan," jelas Sonia. 

Meskipun tak ada kolak, setidaknya Sonia tetap bisa memasak dan menyiapkan makanan khas Indoneisa seperti orek tempe. Kata dia, di lingkungan tempat tinggalnya banyak toko perbelanjaan khas Asia yang cukup membantu kala ia merindukan makanan kampung halaman. 

Menempuh jalan sunyi di negeri orang

Beda negara, beda pula tradisi dan budayanya. Bulan puasa di Indonesia erat dengan kebersamaan, seperti tradisi buka puasa bersama (bukber) dan halal bi halal kala Hari Raya Idulfitri tiba. 

Sementara, kata Sonia, pengetahuan orang-orang di Jerman soal Islam --salah satunya soal puasa Ramadan dan salat tarawih-- sangat minim. 

"Pernah saya bertamu sedang diskusi kelompok, saya ditawari makan dan minum, kemudian saya menolak, ya saya sudah pasti menjelaskan lagi puasa itu apa, kenapa saya harus puasa, dari kapan sampai kapan, agar mereka bisa memahami keadaan saya," ungkap Sonia. 


(Infografis/era.id)

"Simpel-nya, saya menjelaskan dari matahari terbit hingga terbenam saya tidak boleh makan dan minum sama sekali. Reaksi mereka biasanya kaget, mereka bilang, kalau mereka jadi saya, mereka pasti akan pingsan," lanjutnya. 

Meskipun pengetahuan di Jerman tentang Islam minim, setidaknya Sonia masih bisa merasakan takjil di masjid yang dikelola oleh orang Turki dekat kediamannya. Menunya tentu makanan Timur Tengah, misalnya daging sapi dengan saus yogurt. 

Dan ketika Lebaran tiba, ia dapat melaksanakan salat Idulfitri di masjid tersebut. Dilanjutkan, orang-orang Indonesia baik mahasiswa, pekerja, atau berkeluarga di Jerman akan berkumpul bersama. 

"Di daerah saya ada rumah salah satu orang indonesia yang telah lama tinggal di Jerman. Sebagai orang satu kampung halaman yang sama-sama tinggal di negara orang, kami akan berkumpul di sana. Mereka menyediakan makanan khas Lebaran, seperti ketupat dan opor ayam. Tak lupa juga dengan nastar!" seru dia. 

Bagaimanapun juga, menurut Sonia, tetap tak ada yang mengalahkan indahnya suara bedug malam takbiran, suasana jalanan yang ramai ketika Idulfitri tiba, jalanan depan masjid yang dicat putih sebagai penanda saf salat, tak lupa semua orang pakai baju baru menyambut hari kemenangan dan berkunjung ke rumah-rumah tetangga untuk bermaaf-maafan. Sonia semakin tak sabar ingin kembali ke Tanah Air. 

Tag: eramadan

Bagikan: