Protes BW Soal Keberpihakan Hakim MK

Tim Editor

Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Bambang Widjojanto (Anto/era.id)

Jakarta, era.id - Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (BW) melempar kritik pedas. Dia biang penegasan hakim konstitusi terkait sistem informasi penghitungan suara (Situng) yang tak mempengaruhi hasil KPU, isyaratkan adanya keberpihakan. 

Padahal pihaknya sudah menghadirkan ahli yang bisa dikonfirmasi soal adanya kecurangan dan kelemahan dalam Situng KPU. Bahkan, dia mengklaim, sudah jelaskan bagaimana proses penggelembungannya.

"Itu sebenarnya dikutip juga oleh salah seorang hakim, dan menurut saya, hakim dengan cara argumen seperti itu mengklarifikasi pernyataan dari saksi kepada pihak yang lain itu sudah keberpihakan. Menurut saya begitu ya," kata BW di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Dia buru-buru menjelaskan kalau pernyataannya itu bukan berarti ragu dengan independensi hakim MK. Namun, kata dia, seharusnya hal ini tidak diungkap hakim di muka umum tetapi pada Rapat Permusyawaratan Hakim atau RPH.

"Bukan soal independsi. Ini unprofesssional conduct. Artinya dia bisa melakukan itu nanti di RPH. Jangan mengungkapkan itu di muka umum. lihat contohnya ada saksi kami yang diperiksa, setelah diperiksa dia melakuakn klarifikasi," ucapnya.

Bambang juga merasa keberatan dengan kesaksian ahli KPU, Prof Marsudi Wahyu Kisworo dalam sidang sebelumnya. Menurutnya Prof Marsudi telah berbohong dan mengaku sebagai arsitek yang mendesain Situng KPU pada tahun 2004. Sekadar informasi, BW tapi tidak hadir dalam ruang sidang saat Marsudi Wahyu Kisworo didengar keterangannya sebagai ahli IT.


Infografik Ilham/era.id

Sebab informasi yang didapat BW setelah menanyai ketua KPU periode 2001-2005 Nazaruddin Sjamsuddin ketua KPU periode 2001-2005 dan komisioner KPU 2002-2007 Chusnul Mariyah, Prof Marsudi tidak termasuk salah satu yang merancang sistem teknologi informasi di KPU tahun 2004 dan saat itu namanya bukan Situng

"Dia bilang mendesain sejak 2004. Saya dengar dari Profesor Nazaruddin itu enggak benar itu. Kalau soal desain mendesain dia berbohong, bagaimana kualitas argumennya? Saya baru dengar itu. Kalau benar pernyataan Bu Chusnul Mariyah bahwa dia bohong, dia yang desain website, maka kemudian ada problem. Bagaimana isi kesaksian?," tuturnya.

Prof Marsudi dalam keterangannya , bilang ikut terlibat merancang Situng KPU. Kata dia, Situng tidak dirancang untuk menghitung suara. Melainkan sebagai wadah transparan agar masyarakat bisa melihat data C1 dari seluruh TPS di Indonesia.

Selain agar masyarakat bisa mengetahui lebih cepat hasil Pemilu. Situng juga tak dapat diretas oleh siapapun karena Situng akan terus diperbaharui setiap 15 menit sekali. Dirinya menegaskan Situng bukan sumber resmi KPU menetapkan hasil Pemilu, karena apa pun yang terjadi pada Situng tak memengaruhi hasil.


Tangkap layar dari laman resmi KPU

Tag: perlawanan terakhir prabowo

Bagikan: