PKB Minta 10 Kursi, NasDem: Tak Perlu Diungkap ke Publik

Tim Editor

Anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Taufiqulhadi. (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Taufiqulhadi angkat bicara mengenai permintaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terkait dengan kursi menteri.

Menurut Taufiqulhadi, permintaan 10 kursi oleh PKB merupakan klaim sepihak yang tidak tepat. Sebab, kata dia, jatah menteri yang menentukan adalah presiden dan akan dikomunikasikan terlebih dahulu antara partai pengusung dengan presiden.

"Suara NasDem kan lebih besar daripada PKB di DPR, berdasarkan kursi, maka sepantasnya NasDem mengusulkan 11. Itu nanti dikomunikasikan saja saat rapat dengan Pak Presiden terpilih secara langsung," katanya, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Taufiqulhadi menilai, setiap partai politik pengusung presiden dan wakil presiden terpilih memang memiliki hak untuk mengusulkan jumlah menteri. Namun, menurut dia, tidak perlu diungkap kepada publik.

"Bukan persoalan terlalu dini. Tapi ya bisa saja nanti PKB dapat 12, saya enggak tahu. Jadi enggak perlu diungkap-ungkapkan. Tapi pada dasarnya kalau bicara kursi atau perolehan suara, kursi NasDem lebih tinggi daripada kursi PKB di DPR," ucapnya.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB meminta jatah 10 kursi menteri jika Jokowi-Maruf Amin mengalahkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. PKB menginginkan menteri di bidang ekonomi dalam upaya mendukung ekonomi lebih cepat makmur dan sejahtera.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar berharap partainya mendapatkan kementerian terutama ekonomi, keuangan, industri dan usaha kecil dan menengah (UKM). Kementerian tersebut, kata Muhaimin, diharapkan memiliki visi-misi menjadikan perempuan sebagai pelaku ekonomi nasional.

Tag: pkb nasdem

Bagikan: