Gelombang Tolak Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi di Kertanegara

Tim Editor

Relawan pendukung Prabowo-Sandi di Kertanegara, Jakarta Selatan. (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Usai majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak semua dalil gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait Pilpres 2019, banyak pihak mendorong kedua paslon untuk rekonsiliasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan, misalnya, menyebut Presiden petahana Joko Widodo sangat ingin melakukan rekonsiliasi dengan lawan politiknya, yakni Prabowo Subianto.

Menurut Luhut, Jokowi bahkan rela apabila harus menyambangi kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, seperti pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014.

"Ya bisa saja terjadi begitu (sowan ke Hambalang) Tidak ada yang tidak mungkin. Jokowi kan orang humble," katanya, di Gedung DPR, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Besarnya permintaan rekonsiliasi antardua paslon yang bertarung rupaya hampir seimbang dengan pihak yang menolak. 

Siang tadi, kelompok yang mengaku sebagai relawan dan pendukung Prabowo-Sandi menggelar aksi solidaritas nasional di depan kediaman pribadi Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tujuannya meminta keteguhan hati Prabowo Subianto agar tidak melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi.

Massa yang didominasi kaum 'emak-emak' itu memenuhi area perkarangan rumah Prabowo dengan membentangkan poster bertuliskan 'Tolak Rekonsiliasi' hingga banner bertuliskan 'Kami Masih Setia Dengan Mu Pak (Prabowo)'.

Tak hanya membentangkan atribut, mereka juga sambil sesekali meneriakkan aspirasinya. Mereka meminta Prabowo menolak ajakan rekonsiliasi dari Jokowi.

"Pesan untuk bapak, ini permohonan kami. Peperangan hak dan batil bukan peperangan 01 dan 02, saya paham bapak luar biasa, semua indikator presiden semua ada di Pak Prabowo. Mohon pak untuk ranah ini jangan ada rekonsiliasi. Bukan itu masalahnya, kami tak akan berhenti memperjuangkan kebenaran," ucap salah satu orator dalam aksi.

Selain itu, massa pendukung juga menyuarakan agar mantan Danjen Kopassus itu segera mengambil sikap politik untuk berada dalam jajaran oposisi.

"Kami siap oposisi, kami siap. Kita bangkit 'emak-emak', kita bangkit dan rapatkan oposisi, kami siap oposisi, kami siap membela bapak sampai titik darah penghabisan,” lanjutnya.

Hingga berita ini ditulis, Prabowo Subianto tidak nampak ada dalam kediamannya. Namun, sejumlah aparat kepolisian juga terlihat bersiaga mengamankan aksi yang mereka klaim sebagai aksi damai.

Tag: prabowo-sandiaga jokowi-maruf amin pilpres 2019

Bagikan: