Sepi, Ke mana Pembeli Buku di Pasar Kenari?

Tim Editor

Pembeli buku di Jakbook (instagram @Jakbook)

Jakarta, era.id - Tahukah kalian, ada sentra buku murah yang terletak di lantai tiga Pasar Kenari. Di sana ada 66 kios pedagang yang bakal memanjakan siapa saja yang ingin berburu buku. 

Sentra buku itu bernama Jakbook dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada 29 April 2019 lalu. Besar harapan Anies, sentra buku itu akan menjadi surga baru bagi para pecinta buku sekaligus dapat meningkatkan minat baca masyarakat dengan beragam fasilitasnya.

Namun harapan itu harus pupus, karena sepinya pengunjung yang datang ke sentra buku Jakbook. Bahkan dari 66 kios buku yang ada, banyak di antaranya yang tidak beroperasi.

Hanya sesekali para pedagang melayani pembeli yang menanyakan buku yang dicari. Pembelinya pun tak jarang merupakan driver ojek online yang mendapat orderan untuk membeli buku di pasar itu.

"Ramainya pembeli hanya pada sepekan awal setelah tempat ini dibuka Gubernur Anis Baswedan pada akhir April 2019 ," kata Labora Sitorus, salah satu pedagang buku di Pasar Buku Kenari, seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/7).

Setelah itu, kata dia, jumlah pengunjung semakin menurun hingga saat ini atau hampir tiga bulan sejak beroperasi. Kebanyakan pedagang di sentra buku ini berasal dari sentra buku Pasar Senen dan Kwitang, Jakarta Pusat. "Kalaupun ramai, ya Sabtu, Minggu atau hari libur. Saat hari biasa ya seperti sekarang, sepi," katanya.

Sepinya pembeli membuat sebagian pedagang menutup kembali kiosnya dan memilih kembali berjualan di lapak lama mereka di Pasar Senen maupun Kwitang.

"Di sana penjualannya lebih menjanjikan. Saya pun masih membuka satu lapak di Pasar Senen dengan hasil penjualan yang lebih bagus dibandingkan di Pasar Kenari ini," kata pedagang yang sudah sejak 2013 berjualan buku di Pasar Senen.

Perkembangan e-commerce atau situs perbelanjaan daring, juga ikut memberikan dampak pada penjualan buku di Pasar Kenari. Mudahnya mencari buku di situs perbelanjaan daring membuat omzet pedagang buku jadi anjlok.

Sebagai perbandingan, untuk penjualan "offline" pedagang di Pasar Kenari hanya bisa menjual rata-rata sepuluh buku per hari. Sedangkan di Pasar Senen, rata-rata buku yang bisa menjual mencapai 40 buku per hari.

"Untuk ujung tombak pemasukan penjualan buku dagangan saya berasal dari penjualan melalui toko daring. Itu memang sudah tiga tahun terakhir semenjak maraknya penjualan secara daring," kata Labora.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Diskon Setiap Hariiiiii tunggu apa lagiiii #jakbook

A post shared by Jakbook (@jakbook_) on



Senada dengan Labora, seorang pedagang lainnya, Indah Suciati mengaku hanya merasakan berkah dari ramainya penjualan di Pasar Kenari berlangsung pada sebulan pertama. Setelah itu berangsur sepi. "Untuk mencapai penjualan Rp100 ribu per hari susahnya bukan main," kata pemilik kios buku di Pasar Senen.

Padahal di kiosnya yang lama di Pasar Senen, penjualan rata-rata per hari bisa mencapai Rp300.000. Kondisi lebih parah dialami pedagang lainnya, Naomi Peda.

Bahkan, Naomi beberapa kali mengalami tanpa ada buku satu pun yang lalu dalam sehari. Naomi berharap pemerintah terus gencar mempromosikan sentra buku Pasar Kenari tempat dia berjualan.

"Jangan sampai karena semakin sepi, semua pedagang pindah dari tempat ini," kata pedagang yang khusus berjualan buku bekas itu.

Padahal fasilitas yang ada di lantai tiga Pasar Kenari ini sangat lengkap dan nyaman. "Jangan sampai fasilitas yang bagus di Pasar Kenari ini tidak dinikmati masyarakat karena promosi yang kurang gencar," kata perantau asal Sumba, Nusa Tenggara Timur itu.
 
Mengenai sepinya pengunjung, Staf Pemasaran Perumda Pasar Jaya, Astri Vinasty mengatakan, Pasar Jaya sudah berupaya melakukan beragam promosi.

"Kami sudah bekerja sama dengan salah satu vendor biro iklan untuk mempromosikan Pasar Kenari sebagai destinasi wisata buku baru Jakarta Pusat di media iklan digital di sejumlah gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline dan stasiun KA di Jabodetabek," kata Astri.

Melalui promosi seperti itu, Pasar Jaya berharap masyarakat semakin mengenal Pasar Kenari bukan cuma sebagai sentra penjualan alat listrik, tetapi juga sebagai sentra buku. Apalagi sentra buku Pasar Kenari juga telah dilengkapi beragam fasilitas.

"Pasar Jaya dan para pedagang buku sejak awal sudah berkomitmen untuk menciptakan tujuan wisata buku baru di Pasar Kenari ini," kata dia.

Astri berharap komitmen tersebut juga dapat terus dipegang teguh oleh para pedagang untuk dapat terus membuka kios mereka di Pasar Kenari. Terkait banyaknya kios yang tidak beroperasi, Pasar Jaya masih berupaya melakukan komunikasi secara persuasif agar para pedagang bisa terus konsisten membuka usahanya di Pasar Kenari.
 

Tag: buku pemprov dki jakarta

Bagikan: