Hidden Spot Belanja Buku di Tengah Ingar Bingar Jakarta

Tim Editor

Surga baca tersembunyi di Pasar Kenari (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Kesan kumuh, tidak terawat, panas, dan bau asap knal pot yang melekat dengan toko buku bekas di Kwitang dan Pasar Senen sudah tidak ada lagi. Kini, para penjual buku hijrah ke Pasar Kenari.

Ruang luas, sejuk, dan bersih menyambut setiap pengunjung yang menginjakan kaki di lantai tiga Pasar Kenari, salah satu sentra penjualan alat listrik yang sudah berdiri sekitar 20 tahun, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Sejak April 2019, sentra buku ini resmi di buka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies. Baswedan. Tempat ini bernama wisata buku, di dalamnya juga ada pusat penjualan buku dengan nama Jakbook.

Tidak sulit untuk menemukan tempat ini, di depan gedung Pasar Kenari sudah terpasang spanduk dengan tulisan ‘Wisata Buku’. Pengunjung hanya tinggal memasuki gedung, lalu mencari tangga dan naik ke lantai tiga gedung.



Meski tidak sulit, pengunjung sebelum menemukan ‘surga buku tersembunyi’ ini harus melewati toko alat listrik dan pompa air. Menyusuri gelapnya kios-kios di lantai dasar pasar yang terkesan tak terawat, dan kalian akan menemukan perbandingan yang jauh berbeda dengan suasa di lantai tiga atas gedung.

Sentra buku di Pasar Kenari yang dikelola Pemprov DKI Jakarta melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya ini digadang-gadang menjadi surga baru bagi para pencinta buku. Dengan tagline ‘buku murah setiap hari’ Jakbook lumayan ramai didatangi para orang tua.

Salah satu pengunjung, Riri (36) mengaku, baru pertama kali menginjakan kaki di sentra buku Pasar Kenari. Dirinya mengaku, terkejut saat mengetahui rupa asli tempat ini.

“Sendirian, mau cari buku buat anak. Agak enggak nyangka sih tempatnya sebagus ini. Pas dateng liat pasarnya, kok serem yah kotor dan gelap. Karena penasaran, coba terus naik dan ternyata bagus banget,” ujar Riri, kepada era.id, di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).



Tidak hanya Riri, mayoritas kaum ibu dan bapak meramaikan tempat ini. Mereka memburu buku pelajaran untuk usia sekolah dasar (SD). Banyak juga anak usia 3 sampai 5 tahun yang bermain dan berlarian.

Sentra buku ini buka setiap hari, dari Senin hingga Minggu. Buka sejak pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 20.00 WIB. Jika tidak menemukan buku yang dicari di gerai Jakbook, pengunjung juga dapat mencarinya di kios-kios pedagang lain.

Ada sebanyak 66 kios pedagang memenuhi lantai tiga pasar ini. Berbeda dengan Jakbook yang harganya sudah tertera dan tidak bisa ditawar, di kios-kios pedang yang hijrah dari Kwitang dan Pasar Senen masih bisa kalian tawar.

Salah satu pedagang buku, Zumainin Sitompul mengatakan, hijrahnya para pedagang tidak membuat harga buku menjadi mahal.

“Enggak kok. Buktinya ini kan kaka beli harganya masih murah kan? Cuma Rp30 ribu,” tutur Zumainin.

Beraneka ragam jenis buku, dari baru maupun bekas, baik keluaran Indonesia maupun buku impor berbahasa Inggris, Arab, hingga Jepang, semua tersedia di tempat ini.

Pengunjung tidak akan berpeluh keringat saat mencari buku yang mereka inginkan, karena pendingin udara aktif menyejukkan  lantai tiga gedung ini.



Selain itu, ada fasilitas yang disediakan mulai dari ruang laktasi, ruang baca, ATM, musholla, hingga minimarket dan food court. Pengunjung yang lelah berkeliling juga dimanjakan dengan adanya coffee corner di ujung lantai ini.

Dalam area yang sama, Pasar Jaya juga menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang bernama Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri Bina Tunas Jaya 4.

Layanan gratis ini memfokuskan pada pengembangan anak usia dini, khususnya bagi anak dari para penjaga toko di Pasar Kenari.

 

Tag: buku pemprov dki jakarta

Bagikan: