GEB Ambil Tempat dalam Perang Lawan Sampah Plastik

Tim Editor

Aksi bersih-bersih pantai (era.id)

Jakarta, era.id - Seratusan orang berkumpul di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang sejak Rabu pagi (31/7/2019). Mengenakan pakaian warna putih, mereka dilengkapi dengan sapu, karung, serta alat kebersihan lain. Mereka berkumpul dalam perayaan hari jadi General Energi Bali (GEB) yang ke-16. Sejak itu, GEB menyatakan komitmen 'say no to plastic'.

Chen Zheng menyusuri bibir Pantai Celukan Bawang. Bersama puluhan pegawai GEB dan para peserta lain, ia memungut satu per satu sampah plastik yang tercecer di bibir pantai. Pemandangan ini jadi menarik. Zheng adalah Presiden Direktur GEB, perusahaan energi yang sejak hari ini menyatakan perang total melawan plastik.

Aksi bebersih sampah ini diinisiasi GEB untuk merayakan hari jadi mereka yang ke-16 sekaligus menandai era baru di dalam perusahaan. Era baru yang disebut Zheng sebagai era perlawanan terhadap sampah plastik.

Kepada kami, Zheng menuturkan gagasannya, bagaimana visinya membawa GEB menjadi perusahaan yang mengamalkan sikap peduli lingkungan, bahkan dari hal yang paling kecil. Artinya, tak akan ada lagi botol plastik, gelas plastik, piring plastik, atau pun kantong-kantong sekali pakai di lingkungan kerja GEB.

Zheng sadar betul, bahaya sampah plastik kini telah jadi ancaman serius bagi kehidupan manusia. Perlawanan terhadap sampah plastik telah menjadi tren dunia. Sebagai perusahaan raksasa, GEB tak mungkin luput dari gerakan perlawanan ini. 

"GEB memiliki tanggung jawab untuk masyarakat. Hari ini kami lakukan tanggung jawab itu dengan membersihkan pantai. Mulai hari ini kami juga berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik di masa depan. Kami sangat fokus pada lingkungan," tutur Zheng ditemui era.id di lokasi.

"Kami melihat fakta bagaimana berbahayanya sampah plastik bagi kehidupan manusia. Itulah kenapa kami sangat fokus. Di jajaran Board of Director kami membuat kebijakan ini sebagai wujud partisipasi dalam pengurangan sampah plastik," tambahnya.


Presiden Direktur GEB, Chen Zheng (era.id)


Sampah plastik di lautan

Aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan GEB boleh dibilang strategis. Sebab, menurut sejumlah data, pantai dan lautan adalah wilayah yang terdampak paling parah dari jerat mudarat sampah plastik.

Data World Watch Institute yang dirilis World Bank pada April 2018 melaporkan, sekitar 300 juta ton plastik diproduksi di bumi setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang dapat didaur ulang.

Sisanya, berakhir di tempat pembuangan akhir dan menyebar di lautan. Menurut data yang sama, diperkirakan ada jutaan metrik ton sampah plastik yang berakhir di lautan setiap tahunnya.

Merujuk data lain yang dirilis World Economic Forum dan Ellen MacArthur Foundation, tren produksi dan konsumsi plastik masyarakat dunia akan menyebabkan kerusakan parah di lautan. Data tersebut memprediksi, pada 2050, sampah plastik --berdasarkan hitungan berat-- akan lebih banyak ketimbang keberadaan ikan di lautan.

Sampah-sampah yang terlihat tidak menyeramkan itu sesungguhnya adalah ancaman besar bagi kehidupan di bawah laut. Berdasar penelitian Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati pada 2016, sampah di lautan sudah meneror lebih dari 800 spesies.

Dari 800 spesies itu, 40 persen adalah mamalia laut dan 44 persen adalah spesies burung laut. Sementara itu, Konferensi Laut PBB di New York 2017 menyebut limbah plastik di lautan telah membunuh satu juta burung laut, seratus ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya.


Infografis (Ilham/era.id)


Mendukung program Pemprov Bali

Selain kesadaran penuh soal bahaya sampah plastik bagi kehidupan manusia, GEB menjadikan momen ini sebagai langkah mereka mendukung program penghentian penggunaan sampah plastik yang dibuat Pemerintah Provinsi Bali.

Kegiatan ini juga merupakan partisipasi kami untuk dalam program Pemerintah Daerah Bali soal pengurangan penggunaan plastik.

"Kami melihat plastik sebagai persoalan serius di Bali. Kita bisa lihat betapa banyak plastik di pantai. Inilah partisipasi kami untuk memperbaiki kondisi alam di Bali," tutur Zheng sembari mengangkut peralatan kebersihan di tangannya.

Zheng menegaskan, aksi bersih-bersih ini bukanlah aksi seremonial belaka. Ke depan, mereka akan melakukan lebih banyak hal untuk meningkatkan kontribusi terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi PLTU.

"Kami akan melakukan lebih banyak program CSR untuk meningkatkan kontribusi kami terhadap masyarakat," kata Zheng.

Tag: hari lingkungan hidup

Bagikan: