Papua Sudah Aman, Kapan Blokir Internet Dibuka?

Tim Editor

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (dok. Istimewa)

Jayapura, era.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan jaminan kepada mahasiswa dan warga Papua di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dikatakannya bersama dengan Panglima TNI Masekal Hadi Tjahjanto.

Tito menuturkan situasi di beberapa wilayah yang sempat terjadi kerusuhan sudah kondusif. Polisi bersama TNI, menurut Tito, akan saling bersinergi untuk meningkatkan pengamanan.

"Di Papua juga saya kira relative aman dan jauh kondusif. Kita akan terus melakukan langkah-langkah dialog, termasuk juga langkah penegakan hukum seperti di Surabaya, Timika dan di Papua Barat," kata Kapolri Tito didampingi Kapolda Papua Irjen Rudolf Alberth Rodja dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.

Tito mengapresiasi koordinasi antara Gubernur Jawa Timur dengan Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.  "Semua pihak memberikan jaminan kepada warga Papua termasuk Gubernur Jatim. Ibu Khofifah sudah menawarkan Jatim dan Papua menjadi sister province (provinsi bersaudara), demikian juga wali kota Surabaya sudah tulus meminta maaf," ujarnya.

Kapolri memastikan, pemprov Jawa Timur akan memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa serta masyarakat Papua yang berada di Kota Pahlawan itu. Demikian juga dengan jaminan yang diberikan aparat kepolisian dan TNI.

"Semoga dengan kehadiran kami di sini (Papua) menambah solidnya hubungan antara Polri dan TNI, dan juga dengan masyarakat agar pembangunan yang sekarang digencarkan oleh bapak presiden Jokowi di Papua bisa berjalan dengan baik," tandasnya.

Terkait siapa pelaku rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Kapolri Tito mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap 7 orang saksi, termasuk dua orang dari oknum TNI. Namun polisi masih butuh waktu untuk menetapkan status tersangka dari 7 saksi itu. "Sementara masih pemeriksaan. Ada 7 orang yang kita periksa, namun masih perlu waktu untuk menetapkan status tersangkanya," jelasnya.

Di tempat yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengakui bahwa ada 2 orang anggotanya yang sedang diperiksa terkait ujaran kebencian saat pengamanan wisma Papua di Surabaya. "Dari TNI ada 2 anggota masih diperiksa, satu Danramil dan kedua Babinsa. Diduga juga ada ormas tapi atas nama perorangan yang bermain di situ. Kita masih dalami siapa yang teriak-teriak rasis dalam video itu, dan kita akan kejar," kata Panglima Hadi.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersabar, sembari menunggu hasil penegakan hukum terhadap pelaku rasisme di Surabaya. "Yang jelas TNI tidak memberikan ruang bagi pelaku rasis," tegasnya.

Meski situasi berangsur kondusif, namun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih melakukan pemblokiran layanan akses internet di Papua.  Hal itu dilakukan semata-mata untuk menghentikan hoaks.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI No. 155/HM/KOMINFO/08/2019 tanggal 21 Agustus 2019 mengenai Pemblokiran Layanan Data Internet di Papua dan Papua Barat, dengan ini disampaikan bahwa hingga saat ini, Jumat (23/8) pemblokiran data internet pada layanan operator seluler masih berlanjut. (Paul Tambunan)

Tag: kkb papua mendagri jenderal tito karnavian polri hadi tjahjanto panglima tni kemkominfo

Bagikan: