Nasib Penghuni Indekos Sleep Box dan Tantangan Baru untuk Anies

Tim Editor

Indekos di Johar Baru yang disegel karena tak berizin (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Stian, penghuni kamar indekos sleep box di daerah Johar Baru, Jakarta Pusat, cuma bisa melongo melihat tempat 'pertapaannya' disegel Suku Dinas (Sudin) Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Pusat.

Mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi negeri di Jakarta Timur itu mengaku sudah dua bulan tinggal di indekos model sleep box. Alasannya cukup masuk akal: Murah meriah. Setiap kamar difasilitasi AC 2PK yang menyebar di setiap lantai, kasur berukuran 200 x 90 x 10 sentimeter, serta kamar mandi di luar kamar untuk digunakan bersama.

"Disegel gini saya sedih juga sih. Karena saya sebagai mahasiswa sangat terbantu dengan adanya sleep box, dengan harga murah meriah, serta fasilitas yang lumayan," tutur Stian kepada era.id, Rabu (4/9/2019).

Penyegelan 64 kamar indekos berukuran 2x1 meter tersebut memang sengaja dilakukan karena pemilik indekos ogah mengurus surat izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin usaha indekos kepada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 

Menurut Stian, indekos ini adalah solusi bagi kaum urban yang ingin mencari tempat istirahat. Terlepas dari ukuran kamarnya yang mini, terpenting cukup untuk merebahkan tubuh dan menyimpan barang dengan aman.


Salah satu sudut indekos untuk menuju ke kamar sleep box. (Diah/era.id)

Dia juga bercerita, masyoritas penghuni indekos sleep box merupakan pekerja yang banyak menghabiskan waktu di luar. Seperti dirinya yang kini nyambi part time di sebuah katering. "Jadi pulang (kerja) langsung tidur."

Disegelnya kost petak yang dihuni Stian membuat dirinya bingung untuk mencari tempat tinggal baru yang ber-Ac dengan harga miring. Ia berharap pemerintah mampu memfasilitasi tempat tinggal dengan sistem penyewaan murah. 

"Kalau pemerintah serius dengan penindakan izin kost di Jakarta, perlu juga mereka membuat kost dengan harga murah dan fasilitas baik untuk kita tempati," tutur dia. 

Pemprov DKI Jakarta memang belum punya fasilitas tempat tinggal dengan sistem sewa murah untuk ditempati. Gubernur DKI Anies Baswedan baru punya kebijakan rumah DP 0 Rupiah. Itu pun bukan berjenis kost.

Syarat agar bisa punya rumah ini juga banyak, di antaranya harus warga ber-KTP DKI, sudah menikah, dan berpenghasilan Rp4 juta-Rp 7juta per bulan. Cicilannya pun tidak sebanding dengan harga kost tiap bulan. Cicilan termurah rumah DP 0 Rupiah ialah Rp1,17 juta hingga 20 tahun. Itu untuk rumah tipe 21 (21 m2) seharga Rp184,8 juta.

Harga tersebut di luar biaya air dan listrik. Jika ditotal cicilan bisa mencapai Rp1,8 juta. Sangat enggak pas dengan kocek orang-orang seperti Stian. 

Fenomena hunian murah ini juga ditangkap oleh Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI Wibi Andrino. Menurut dia, kejadian penyegelan indekos sleep box mengungkap bahwa masyarakat membutuhkan hunian murah. Wibi pun mendorong Anies agar menghadirkan hunian yang lebih layak dan terjangkau. 

"Ini hanya karena kebutuhan yang ada bukan merupakan solusi. Dan menjadi pilihan masyarakat bukan karena keinginan namun kebutuhan karena tidak adanya pilihan lain," tutur Wibi. 

Apa yang salah dari indekos 2x1 meter?

Kasi Penindakan Dinas Citata Jakarta Pusat Syahruddin mengatakan, pihaknya masih memberi waktu beberapa hari agar pemilik kost mengosongkan penghuni dan merombak tempatnya agar sesuai dengan izin mendirikan bangunan (IMB) berbentuk rumah tinggal. 

Syahruddin bilang, sebenarnya pihaknya enggak mempermasalahkan bentuk kost petak 1x2 meter. Mengingat, banyak juga hotel-hotel yang kamarnya menerapkan gaya kapsul dan hanya muat untuk berbaring. 


Suasana di dalam kamar kost.

"Model kapsul sebenernya enggak ada masalah. Kalau hotel kapsul, di luar negeri emang banyak, cuma mereka kan pengelolaannya bagus, sirkulasi udaranya lancar, kesehatannya terjamin," tutur dia. 

Masalahnya, kata Syahruddin, kost ini selain berangkat dari aduan masyarakat, kondisi kamarnya diklaim tidak manusiawi. Misal, saking kecilnya, penghuni sampai tidak bisa duduk, serta sirkulasi udara yang minim. 



"AC emang ada, tapi kalau AC-nya lagi rusak gimana hayo? Kan jadi problem. Masalahnya ruangan per lantai di sana karena dibuat split jadi sangat sempit, mau ditinggiin gimana coba?" pungkasnya. 

Tag: indekos bermasalah

Bagikan: