Partai NasDem Jakarta, Dulu Oposisi Kini Jadi Mitra Anies

Tim Editor

Rombongan Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino membawa anggotanya datang ke ruang kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kedatangan mereka berdalih silaturahmi sekaligus menyatakan ingin menjadi mitra strategis Anies dalam memajukan Ibu Kota.

"Itu membutuhkan kemitraan strategis dengan Pemprov DKI Jakarta sehingga timbul konektivitas antara Bapak Anies dengan Fraksi Partai Nasdem bagaimana bisa menyelesaikan masalah-masalah di dapil ataupun umumnya di DKI Jakarta," kata Wibi di Balai Kota, Senin (9/9/2019).

Sebagai keponakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Wibi membawa amanat bahwa kinerja Pemprov DKI belum sempurna dan perlu diberikan masukan oleh partai ini.

"Jadi, butuh masukan-masukan berharga dari kami. Intinya adalah mengedepankan rasionalitas, objektivitas, sehingga usernya adalah warga Jakarta," tutur Wibi. 

Yang menarik, Partai NasDem DKI Jakarta kini banting setir dalam menanggapi isu berkembang di Jakarta. Yang tadinya kerap menunjukkan taringnya dalam berkomentar, kini mereka mengambil jalur yang sejalan dengan Anies. 

Mereka jadi oposisi sejak kalah Pilkada DKI Jakarta 2017. Kala itu, NasDem mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat bersama PDIP, Partai Golkar, Hanura, PKB, PPP, dan PKPI.

Setelah Anies menang pilkada dan memimpin Jakarta, Fraksi Partai NasDem gencar mengkritisi kebijakan Pemprov DKI Jakarta. 

Misalnya, Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI periode 2014-2019 Bestari Barus mengkritisi Pemprov DKI Jakarta karena tak becus mengurusi sampah Jakarta di Bantar Gebang yang memiliki alokasi anggaran sebesar Rp3,7 triliun. 

Bahkan, Bestari berniat memboyong Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke Jakarta untuk membantu Anies menyelesaikan masalah sampah ini. 

Selain itu, Bestari pernah mempertanyakan langkah Anies kala menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) pada 932 bangunan di pulau D reklamasi di pesisir Jakarta. 

Dia menilai penerbitan IMB di pulau reklamasi tersebut terkesan diam-diam yang harusnya dilakukan secara transparan karena menyangkut kepentingan publik. 

Apalagi, sampai saat ini belum ada landasan hukum yang jelas dari perizinan tersebut. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta saja belum dibuat dan masih dalam tahap penggodokan.

Kini, Fraksi Partai NasDem berubah. Mereka jadi mendukung kebijakan Anies. Misalnya, soal penertiban pedagang kaki lima (PKL) di jalur trotoar. NasDem sepakat dengan pemikiran Anies yang menganggap bahwa trotoar adalah multifungsi yang artinya tak cuma diperuntukkan kepada pejalan kaki. 

"Kita jangan berpikir sama antara pagi dengan malam. Malam itu trotoar bisa dong dipakai buat orang berdagang, apa masalahnya? Apakah harus eksklusif digunakan pejalan kaki saja? Tidak," kata Wibi. 



Pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Ketum Partai NasDem Surya Paloh. (Foto: partainasdem.id)


Melihat pergeseran sikap ini, Pengamat Politik UIN Jakarta Adi Prayitno melihat, Fraksi Partai NasDem ingin membangun kerja sama dengan Anies. 

"Saya melihat kecenderungan Nasdem memang begitu, lewat periode baru ini ingin membangun suatu chemistry yang sama dengan Anies. Sehingga, Nasdem ke depan ada kecenderungan ingin menjadi partner Anies," kata Adi saat dihubungi era.id.

Yang kedua, lanjut Adi, korespondensi hubungan NasDem dengan Anies enggak ujug-ujug terjadi. Sebab, beberapa waktu lalu, Anies pernah diajak makan siang bareng Surya Paloh. Pertemuan ini dianggap Adi sebagai pertanda mendekatnya Partai NasDem ke Anies.

"Kalau mau ditelusuri, sepertinya pertemuan Paloh-Anies adalah asal muasal di mana hubungan antara NasDem dengan Anies mulai mencari, dari oposisi menjadi partner," tutur Adi. 

Lebih jauh, Adi melihat gelagat kedekatan Partai NasDem dan Anies ini merupakan investasi jangka panjang. Kata dia, ini adalah sinyal dukungan Partai NasDem agar Anies maju di Pilkada DKI Jakarta 2022. 

"Rata-rata, kecenderungannya di politik kita itu setelah masa jabatan usai, lalu ada pemilihan kembali, para partai memang lebih memilih bermitra dengan petahana," kata dia.

Tag: pemprov dki jakarta nasdem

Bagikan: