Denny Siregar Diburu Anak STM

Tim Editor

Denny Siregar (Twitter @Dennysiregar7)

Jakarta, era.id - Sejak Kamis pagi (26/9/2019) nama Denny Siregar ramai diguncingkan warga Twitter. Tagar #DennySiregarDicariAnakSTM pun jadi trending topic di platform si burung biru tersebut.

Melambungnya nama pegiat media sosial itu tak lepas dari kritiknya soal aksi protes yang dilakukan para pelajar STM yang berakhir ricuh pada Rabu (25/9). Dalam kicauannya, Denny mengkritik aksi pelajar yang dinilai mudah termakan hoaks dan provokasi dalam aksi protes.

"Ngeliat para pelajar yang demo rusuh itu, gampang kemakan hoaks & provokasi. Kok gua jadi setuju ya ada konsep bela negara, dimana lulusan SMA sederajat harus ikut pendidikan ala militer seperti di beberapa negara maju. Biar dilatih jadi lelaki oleh TNI dan ga tumbuh jadi banci," tulis Denny di akun Twitternya @Dennysiregar7.
 
Kritik pedas Denny kemudian dibalas oleh warganet yang mendukung aksi protes anak-anak STM. "Keluarkan sabuk gear motormu Anak STM #STMmelawan #DennySiregarDicariAnakSTM," tulis akun @rithoagain. Alhasil, tagar #DennySiregarDicariAnakSTM mencuat di media sosial.

Baca Juga: Kala Pelajar Ikut Beraksi di Depan Gedung DPR
 
Berbagai komentar pedas pun terus dialamatkan ke akun Twitter Denny. Tak mau kalah, Denny justru asyik meladeni komen-komen panas yang ditujukkan kepadanya. Ia bahkan mengklaim bahwa menjadi idola anak SD dengan menulis tagar #DennysiregaridolaanakSD.
 

Aksi protes oleh anak-anak STM ini merupakan lanjutan dari gelombang besar demo mahasiswa dan elemen masyarakat yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia yang menuntut dan menentang sejumlah RUU. 

Tim era.id sempat mewawancarai beberapa pelajar yang ada. Kebanyakan dari mereka kemudian tak mau menjawab alasan datang ke DPR. Ada yang buang muka. Beberapa dari mereka pun sembarangan menjawab. 

Aksi pelajar ini sempat rusuh. Belum diketahui pemicunya, tiba-tiba mereka melempar polisi dengan batu-batuan. Selain itu, siswa STM ini juga melempar kembang api kepada polisi yang berjaga. 

Baca Juga: Kabar Palsu di Tengah Demo Mahasiswa

Tak lama kemudian, polisi yang tadinya persuasif mengubah strategi mereka menjadi represif. Aparat menembakkan gas air mata dan menembakkan water canon ke arah pelajar. 

Namun, gas air mata dan semprotan water canon ini dilawan dengan batu dari pelajar. Peristiwa ini membuat macet jalan tol di sekitar jembatan layang Slipi. 

Membaca tuntutan mahasiswa
 
Demo yang berlangsung beberapa hari belakangan ini mula-mula diprakarsai oleh para mahasiswa. Undangan turun ke jalan ini banyak dilakukan lewat berbagai hastag, seperti Gejayan Memanggil, Mosi Tidak Percaya, Mahasiswa Bergerak, Reformasi Dikorupsi, dan sebagainya.

Dengan mengusung tagar #ReformasiDikorupsi, secara garis besar tuntuan mereka sama. Tuntutan para mahasiswa dalam aksi demonstrasi itu mewakili keresahan rakyat. Tuntutan lebih spesifik disampaikan dalam aksi Gejayan dengan 7 poin tuntutan, seperti dikutip dari Kompas.
 

Pertama, mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah di RKUHP. Kedua, mendesak pemerintah dan DPR untuk merivisi UU KPK yang baru disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ketiga, negara dituntut untuk mengusut dan mengadili elite yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia. Keempat, menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang justru tidak berpihak pada pekerja. 

Kelima, menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap semangat reforma agraria. Selain itu poin keenam menyebutkan untuk mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan poin ketujuh yakni mendorong demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Tag: aksi mahasiswa 23-24 demo

Bagikan: