Mencari Tahu Keterlibatan MBS dalam Pembunuhan Khashoggi

Tim Editor

Pangeran Mohammed bin Salman (Twitter @Mohamme88819167)

Jakarta, era.id - Setelah hampir setahun bungkam terhadap kasus kematian kolumnis The Washington Post Jamal Khashoggi, Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) akhirnya buka suara. Namun berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang menyatakan bertanggung jawab atas kematian Khashoggi, MBS kini membantah terlibat dalam pembunuhan keji itu.

Sebelumnya dalam sebuah cuplikan video dokumenter yang bertajuk Pangeran Mahkota Arab Saudi oleh PBS Martin Smith, pria berusia 34 tahun itu mengatakan bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun lalu yang dilakukan oleh agen nakal di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

"Saya bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi karena itu terjadi di bawah pengawasan saya," ucap MBS, dikutip Al Jazeera, Kamis (26/9).

Namun, kini ia membantah keterlibatannya dalam pembunuhan keji kolumnis Washington Post itu dalam wawancara pertama tentang Khashoggi dengan program televisi CBC 60 Minutes yang ditayangkan kemarin.

"Tentu tidak. Itu adalah kejahatan keji," ujar MBS saat ditanya apakah ia yang memerintahkan secara langsung pembunuhan Khashoggi.
 

Baca Juga: MBS Akhirnya Buka Suara soal Kematian Khashoggi

"Sama sekali tidak. Ini adalah kejahatan keji. Tapi saya mengambil tanggung jawab penuh sebagai pemimpin di Arab Saudi, terutama karena itu dilakukan oleh individu yang bekerja untuk pemerintah Saudi," ujarnya, dikutip dari CBC News, Senin (30/9/2019).

Bertanggung jawab di sini, menurut MBS, adalah ketika sebuah kejahatan dilakukan terhadap seorang warga negara Saudi oleh para pejabat yang bekerja untuk pemerintah Saudi. Ia sebagai seorang pemimpin otomatis harus memikul tanggung jawab tersebut.

"Ini adalah kesalahan. Saya harus bertanggung jawab dan mengambil semua tindakan untuk menghindari hal seperti itu terulang di masa depan," ujar MBS.

Pada 2 Oktober 2018, Jamal Khashoggi memasuki gedung Konsulat Saudi dan tak pernah telihat keluar dari gedung itu. Penyelidik Turki telah menuding agen nakal Saudi telah menunggunya di dalam gedung dan membunuh Khashoggi dengan memutilasinya. 

Aksi pembunuhan keji itu dilakukan oleh 11 orang warga Saudi, termasuk orang dekat Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, Kepala Intelijen Mayor Jenderal Ahmed Asri, dan Saud al-Qahtani yang pernah menjadi tangan kanan Pangeran.

Ketika ditanya bagaimana ia tak tahu rencana pembunuhan yang dilakukan oleh orang sekitarnya, MBS mengatakan "Hari ini penyelidikan sedang dilakukan. Dan jika tuduhan terbukti terhadap seseorang, terlepas dari pangkatnya, itu akan dibawa ke pengadilan, tidak terkecuali."


Ilustrasi (era.id)

Tetap bantah tudingan global

Sejumlah laporan dari pemerintahan Barat mengatakan mereka percaya MBS telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi seperti laporan PBB dan CIA.

Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Ekstrayudisial, Ringkasan, dan Arbitrasi Agnes Callamard, dalam laporan independen yang dirilis pada Juni lalu menyebutkan bahwa MBS bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi. 

Dalam laporan dengan 99 halaman itu, Callamard menyertakan bukti audio yang terekam selama pembunuhan itu terjadi. Ia menyerukan sanksi atas Pangeran Mahkota untuk membekukan aset pribadi serta pejabat tinggi lainnya untuk menghadapi keadilan.

Laporan lainnya datang dari CIA satu bulan usai kematian Khashoggi. Direktur Gina Haspel menyatakan bahwa CIA percaya bahwa anak Raja Salman itu telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi, jika didengar dari bukti sambungan telepon saat insiden terjadi.

Besarnya perhatian terhadap kasus Khashoggi ini juga ternyata mengganggu mantan Luar Negeri AS Hillary Clinton. Dikutip dari Anadolu, ia mengatakan bahwa Presiden Trump secara sengaja menutupi fakta tentang kematian Jamal Khashoggi. 

Baca Juga: Diam-Diam Arab Saudi Jual Bangunan Tempat Eksekusi Jamal Khashoggi

Pemerintah Saudi melalui Ketua Komite Hak Asasi Manusia Saudi Bandar bin Mohammed al-Aiban juga telah menolak segala bentuk penyelidikan internasional atas pembunuhan itu di Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa pada Maret silam.

Menanggapi laporan-laporan itu, MBS dalam sesi wawancara itu mengatakan "Tak ada pernyataan resmi yang diumumkan oleh pemerintahan Amerika dalam hal itu. Tak ada informasi atau bukti jelas. Anda tidak bisa membayangkan apa yang kami derita selama ini, terutama bagi pemerintah Saudi, dari kejahatan seperti ini".

Direktur Eksekutif Pusat Arab di Washington DC Khalil Jhashan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa wawancara itu merupakan 'latihan' yang baik dalam memulai hubungan masyarakat untuk Arab Saudi, tetapi menimbulkan lebih banyak pertanyaan dari kasus ini.

"Ada masalah hukum di sini," katanya. "Siapa yang memerintahkan pembunuhan itu? MBS mengakui bahwa beberapa perjabat Saudi melakukan kejahatan keji, tetapi siapa yang memberi perintah? Jika bukan dia, siapa lagi?"

Tag: perubahan arab saudi putra mahkota mohammed bin salman jamal khashoggi

Bagikan: